Chillax  Epic Life  Sex & Relationship   

Inilah yang Bisa Dipelajari dari Kisah Cinta Slamet-Rohaya

 
Penulis
Nural 
14 July 2017

Kalau lo ngamatin media sosial belakangan ini, pasti udah enggak asing dengan kabar mengejutkan seputar dunia percintaan. Yap, pernikahan antara nenek Rohaya dan seorang ABG bernama Slamet Riyadi memang lagi sorotan! Kabar ini jadi viral di media sosial lantaran dianggap unik.

via GIPHY

Sejak kisah cinta keduanya muncul ke permukaan, sejoli yang tercatat sebagai warga Desa Karang Endah, Kecamatan Lengkiti, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Palembang, Sumatera Selatan, ini sibuk nerima tamu dari berbagai kalangan. Mulai dari wartawan, kalangan pemerintah, bahkan salah satu stasiun televisi nasional yang ngundang mereka, semua penasaran dengan kisah mereka.

Karena kisah cinta mereka terbilang unik, kali ini, Viki bakal kasih tahu beberapa hal yang bisa kita pelajarin dari kisah cinta mereka. Yuk, simak!

 

1. Cinta Enggak Kenal Usia

Masalah hati siapa yang bisa paham? Kalau udah kepalang cinta, rasa-rasanya enggak ada batasan apa pun dan enggak peduli apa kata orang. Perbedaan usia pun bukan lagi jadi halangan bagi mereka yang saling cinta, termasuk Slamet dan Rohaya.

Slamet berusia 16 tahun, sedangkan sang istri udah menginjak usia senja di angka 71 tahun, lebih dari tiga kali lipat usia Slamet. Jarak usia keduanya terpaut 55 tahun! Namun, perbedaan usia yang begitu jauh enggak bikin cinta mereka pupus.

Pernikahan pun dilaksanakan (2/7) sebagai bukti kisah kasih keduanya. Tanpa pesta meriah, hanya dalam kesederhanaan, Slamet dan Rohaya akhirnya bersatu. Enggak ambil pusing sama omongan orang, mereka pun ngebuktiin bahwa cinta enggak kenal usia.

 

2. Cinta Apa Adanya, Bukan Ada Apanya

Banyak yang bilang kalau ungkapan “cinta apa adanya” itu bohong. Banyak yang beranggapan, seseorang mencintai orang lain karena ada “latar belakangnya”. Bisa jadi materi atau fisik. Enggak benar-benar 100% tulus. Makanya, enggak sedikit orang realistis susah percaya dengan ungkapan “cinta apa adanya”.

Ungkapan “cinta apa adanya” ini, kayaknya, sesuai dengan filosofi cinta Slamet dengan Rohaya. Bukan karena fisik atau pun materi. Pada tiap wawancara, Slamet selalu mengatakan semua karena cinta. Dia juga bilang menikahi kekasih yang katanya sehidup-sematinya.

“Kami menikah tanpa paksaan. Kami sama-sama cinta,” ujar Slamet kepada Tribunnews.

Kabarnya, kisah cinta penuh kontroversi ini bermula saat Slamet mengalami sakit malaria parah. Saat itu, Slamet ditinggal ortu angkatnya dan dirawat oleh Rohaya yang udah enggak bersuami. Selama Slamet sakit, dia dirawat dengan penuh ketulusan oleh Rohaya. Sikap Rohaya yang penuh kepedulian, kasih sayang, dan ketulusan inilah yang bikin Slamet jatuh hati kepadanya.

 

3. Cinta Mengalahkan Segalanya

Cinta yang dialami pasangan ini terbilang unik. Bukan karena fisik atau materi, tapi murni karena cinta. Ini unik karena kita bisa tahu bahwa cinta bisa ngalahin segalanya. Kalau Slamet melihat Rohaya dari fisik, kayaknya enggak mungkin. Biasanya, ‘kan, cowok yang masih ABG lebih milih cewek yang seumuran. Nyatanya, ini enggak berlaku buat Slamet.

Kalau dilihat dari materi, keduanya sama-sama bukan dari keluarga yang kaya raya atau memiliki harta yang berlimpah. Kadang, enggak sedikit orang beranggapan kalau ada pasangan menikah yang usianya terpaut jauh, pasti salah satunya tajir.

Kabarnya, pernikahan ini awalnya sempat ditentang oleh kedua keluarga mempelai. Bahkan, beberapa teman Slamet mencemooh karena pernikahanya dinilai enggak lazim. Namun, ibarat kata pujangga, saat cinta melanda, lautan akan disebrangi dan gunung akan didaki. Begitu pun dengan Slamet. Saking cintanya kepada Rohaya, dia sampai ngancam bunuh diri kalau enggak dinikahin dengan pujaan hatinya itu.

Mereka pun menikah secara ala kadarnya. Mereka hanya megenakan baju biasa dan bukan baju pengantin seperti pada umumnya. Mas kawin yang diberikan Slamet kepada Rohaya pun hanya uang tunai sebesar Rp200 ribu. Biaya ijab kabul ditanggung secara bersama-sama oleh aparat desa dan warga setempat yang bersimpati. Meskipun acara pernikahan ini dilaksanakan secara sederhana, raut kebahagiaan terpancar dari kedua mempelai pengantin yang berbeda usia 55 tahun ini.

 

4. Kebahagiaan Tulus

Siapa, sih, yang enggak bahagia kalau menikah dengan pasangan yang dicintai? Hal inilah yang dirasain oleh Slamet dan Rohaya. Walaupun kisah cinta mereka terdengar aneh, keluarga enggak setuju, dan teman-teman mencemooh, mereka tetap bahagia. Meski hidup terbatas, Slamet yakin bisa mengarungi bahtera rumah tangga dengan baik.

Ketika disinggung apa rencana ke depan setelah menikah, Slamet bakal cari nafkah buat menghidupi keluarga barunya. Dia akan berkebun buat memenuhi biaya.

“Lahan kebun memang belum ada. Sementara itu, gua akan bekerja kayak biasa, mencari upah di kebun orang,” ceritanya kepada TribunSumsel.

Sebagai layaknya pasangan suami-istri, Slamet berharap dapat momongan dari Rohaya. Seandainya Rohaya masih bisa melahirkan, dia mengaku sangat bersyukur.

“Soal anak, tentu gua berharap, tapi balik lagi sama Allah. Kalau dikasih, kami bersyukur banget,” tuturnya.

 

5. Jodoh Pasti Bertemu

Jodoh memang rahasia Tuhan. Soalnya, manusia memang enggak pernah tahu dari mana arah datangnya cinta. Tuhan memang udah menjodohkan keduanya dan enggak ada seorang pun yang bisa mencegahnya. Slamet pun mengaku bakal saling mencintai sampai ajal menjemput.

“Kami akan saling menjaga,” katanya.

Kisah mereka ngasih tahu kita kalau jodoh pasti bertemu walaupun penuh liku yang harus dilaluin. Nah, kalau lo sampai saat ini masih jomblo, bisa aja jodoh lo belum lahir. Tungguin aja. Tuhan pasti ngasih pasangan, kok, buat kita. Setiap manusia, ‘kan, diciptakan berpasangan.

 

6. Unik Belum Tentu Baik

Kisah pernikahan Slamet dan Rohaya memang sempat membuat geger. Banyak yang bertanya-tanya, kenapa remaja itu mau nikahin nenek-nenek? Namun, kehebohan pernikahan ini enggak mendapat restu dari pemerintah, yaitu Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. Bahkan, dia sampai nurunin tim ke Ogan Komering Ulu (OKU) buat mengusut pernikahan ini.

Dilansir dari Detik, Khofifah menyesalkan pernikahan Slamet yang masih di bawah umur. Khofifah enggak mikirin cinta dan restu warga pada pasangan tersebut. Dia bersandar pada undang-undang yang berlaku. Sesuai UU Pernikahan, seorang cowok baru bisa menikah di usia 19 tahun.

“Saat ini, tim dari Kementerian Sosial lagi ngecek, apakah mereka memiliki buku nikah atau enggak. Saya kira, nikahnya belum formal. Kalau menikah melalui Kantor Urusan Agama (KUA), jelas enggak mungkin. Soalnya, mempelai cowok masih di bawah umur,” ungkap Khofifah kepada Kumparan.

Walaupun makna percintaan mereka dibilang mendalam, secara hukum yang berlaku, mereka enggak bisa nikah. Slamet yang masih berstatus “anak” dinilai belum matang bila harus menyandang status dan tanggung jawab sebagai kepala rumah tangga.

***

Terlepas dari kontroversi pernikahan beda usia ini, kita bisa mengambil pelajaran kalau cinta mengalahkan segalanya. Urusan fisik dan perbedaan usia bukanlah alasan buat enggak saling mencintai. Slamet udah nyadarin kita semua. Kadang, kita yang ngakunya ngerasa cinta masih mempersoalkan paras, bentuk tubuh, harta, dan usia pasangan.

Satu hal yang jangan dilupa. Kita hidup di negara hukum. Udah semestinya mematuhi hukum yang berlaku, sekalipun urusan kita adalah cinta.