Chillax  Epic Life   

Bulan Ramadan dan Tradisi di Berbagai Negara

 
Author
Nural 
27 May 2017

Ramadan adalah bulan yang paling ditunggu oleh seluruh muslim di seluruh dunia. Berbagai cara dibikin buat nyambut datangnya bulan Ramadan. Berbagai macam ritual dan tradisi unik pun dilakuin dan mungkin aja berbeda dengan kebudayaan yang biasa kita terapin selama ini di Indonesia. Yuk, simak beberapa negara dengan tradisi uniknya yang udah Viki rangkum!

1. Jepang

Jepang merupakan salah satu negara yang nyambut bulan Ramadan. Biasanya, muslim di Negara Matahari Terbit itu bakal saling berbagi kebahagiaan dengan saudaranya sesama muslim. Di Jepang, menu khas berbuka puasa adalah kue dorayaki. Tahu, ‘kan? Kue yang jadi makanan kesukaan Doraemon.

Karena termasuk negara dengan penduduk muslim yang sedikit ini, lo bakal kesulitan mencari masjid untuk salat Tarawih. Namun, tenang aja. Di sana dikenal sebuah perkumpulan bernama “Islamic Centre Jepang” yang biasanya udah ngebentuk panitia buat nyusun kegiatan selama bulan Ramadan. Mulai dari ceramah, pengajian, salat Tarawih, penerbitan buku-buku Islam, dan segala hal yang terkait dengan pelaksanaan ibadah puasa.

Uniknya, karena Islam merupakan minoritas di Jepang, mereka juga nerbitin jadwal puasa dan mendistribusikannya ke rumah-rumah keluarga muslim atau pun sejumlah masjid. Enggak hanya Islamic Centre, di sana ada juga Komunitas Muslim Islam Indonesia (KMII) yang selalu ngadain buka bersama setiap minggunya bareng warga muslim lokal.

2. Amerika Serikat

Kayak Jepang, Amerika Serikat juga punya sangat sedikit jumlah penduduk muslim. Jadi, bulan Ramadan di sana terasa lebih berat dibanding negara lain yang jumlah muslimnya lebih banyak. Bagaimana enggak berat? Waktu puasa di Amerika bisa sampai 15 jam, bahkan lebih. Jadi, godaannya banyak, banyak sekali orang yang makan di tempat umum siang-siang.

Selain itu, di Amerika Serikat, lo juga enggak akan mendengar azan sebagai tanda berbuka puasa atau pun tanda dimulainya puasa alias imsak. Jadi, kalau puasa di sana, lo harus bawa pengingat dan panduan jam sendiri.

3. Arab Saudi

Berbeda dengan Jepang atau Amerika, negara satu ini menyambut datangnya bulan Ramadan secara besar-besaran. Karena Islam jadi agama mayoritas di Arab Saudi ini, ketika bulan Ramadan, jumlah masyarakat muslim yang datang ke Masjidil Haram membeludak, bahkan lebih banyak ketimbang pada saat musim haji.

Menyambut bulan Ramadan, Arab Saudi punya sebuah tradisi yang bernama “Meriam Ramadan” yang ditempatin di Mekkah. Tradisi itu digunakan sebagai tanda masuknya bulan Ramadan. Meriam itu juga difungsikan sebagai tanda masuknya waktu berbuka puasa, tanda waktu sahur, tanda tibanya waktu imsak, dan masuknya tanggal 1 Syawal atau Hari Raya Lebaran.

Menariknya, meriam ini senantiasa menggelegar setiap harinya di bulan Ramadan. Meriam ini ditempatin di gunung yang posisinya dekat banget sama Masjidil Haram, yaitu gunung yang diberi nama Gunung Meriam. Ketika Ramadan selesai, meriam disimpan di daerah ‘Aziziyah hingga jelang Ramadan berikutnya.

Lebih mengagumkan lagi pada saat waktu berbuka puasa. Ada satu taplak meja berukuran sekitar 12 ribu meter, terbentang di Masjidil Haram setiap harinya dengan hidangan yang memang disuguhin buat masyarakat. Enggak segan-segan, biaya yang dikeluarin pemerintah Arab Saudi dan para dermawan buat ini semua sekitar 1,5 juta rial atau sekitar Rp5 miliar setiap harinya. Wow!

4. Nigeria

Negara ini memiliki kebiasaan yang berbeda. Masyarakat muslim akan menyambut datangnya bulan puasa dengan cara berdakwah. Mereka bakal pergi secara berombongan ke seluruh pelosok negeri untuk menyiarkan Islam. Menurut mereka, itu merupakan upaya menebar kebaikan dan amal yang mulia. Mirip zaman dulu, ya!

5. Rusia

Kalau di Negeri Beruang Putih, lo bakal puasa selama 17 jam. Menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat Islam di Rusia yang harus menahan hawa nafsu selama itu. Enaknya, di Rusia udah banyak masjid. Kini ada sekitar 8 ribu masjid dan 20 juta muslim yang di antaranya tinggal di Kota Moskow. Namun, lo tetap harus bawa pengingat. Soalnya, negara ini merupakan negara terluas di dunia. Jarak antarmasjid juga enggak dekat kayak di Indonesia.

Menariknya, ketika bulan Ramadan, seluruh muslim akan berkumpul di setiap waktu ibadah salat untuk menjalankan salat berjemaah. Pas buka puasa, hampir di setiap masjid dan sekitarnya ngegelar “pasar tumpah” yang ngejual semua benda keislaman, seperti Alquran, buku-buku Islam, dan peci/kopiah.

6. Malaysia

Negara tetangga satu ini juga punya tradisi khas di bulan Ramadan. Biasanya, masyarakat muslim bikin makanan istimewa Ramadan yang bernama Bubur Lambuk. Bubur Lambuk adalah bubur beras yang berisi campuran daging sapi cincang dan udang kering dengan rempah-rempah. Masyarakat muslim di sana biasanya masak bubur ini secara gotong-royong di beberapa masjid yang tersebar di Malaysia. Lalu, mereka ngebagi-bagiin bubur tersebut kepada masyarakat umum dan ngejadiin bekal berbuka puasa bagi para jemaah.

7. India

Penduduk muslim di India menyebut Ramadan dengan sebutan Ramazan. Menjelang bulan Ramadan, biasanya masyarakat muslim berupaya ngebersihin diri mereka. Uniknya, cowok-cowok di India menghiasi mata mereka dengan kohl, biasa disebut sipat mata. Mereka pun wajib untuk ngebersihin rumah agar pada saat memasuki Ramadan, mereka dapat beribadah dengan mantap.

8. Indonesia

Terakhir, Indonesia adalah sebuah negeri yang kaya akan berbagai macam tradisi dan budaya. Indonesia juga merupakan salah satu negara dengan penduduk mayoritas muslim. Makanya, bulan Ramadan jadi peristiwa penting di dalam negeri ini. Enggak sedikit gelaran tradisi dalam menyambut bulan Ramadan di berbagai daerah dan pelosok-pelosok daerah.

Meski punya perayaan masing-masing, tiap daerah tetap membawa semangat yang sama, yakni mengucap syukur serta kegembiraan akan datangnya bulan puasa. Ada tradisi Dugderan di Semarang, Tradisi Meugang di Aceh, Tradisi Nyadran di Klaten, dan masih banyak lagi.

Indonesia punya tradisi menunggu waktu berbuka puasa yang dikenal dengan ngabuburit. Ada juga, tradisi ngebangunin para penduduk untuk sahur. Selain itu, tradisi yang selalu menuai cerita unik adalah mudik. Sesusah dan semacet apa pun, perjalanan pulang ke kampung halaman tetap dijalanin dengan sukacita.

***

Nah, perbedaan tradisi menyambut bulan Ramadan enggak memicu konflik yang bikin terpecah belah. Justru, semua sama-sama menyambut bulan yang penuh berkah itu dengan sukacita. Selamat puasa, guys!