Epic Life   

6 Kebiasaan Khas Orang Indonesia

 
Penulis
Claudia Jasmine
24 May 2017

Sadar enggak sadar, banyak anak muda yang lagi krisis identitas. Kewarganegaraan, sih, Indonesia, tapi kelakuannya, enggak mencerminkan itu. Apa pun yang dipakai, dibicarain, dan dikonsumsi kebanyakan merupakan hasil adaptasi dari negara orang. Jadi, bagian mana yang nunjukin kalau darah Indonesia masih ngalir dalam diri mereka?

Nah, jangan sinis dulu. Ternyata masih banyak, kok, kebiasaan yang Indonesia banget yang masih bisa ditemuin di zaman modern ini. Kali ini, Viki coba ngerangkum kebiasaan-kebiasaan itu. Jadi, kalau lo ngerasa krisis identitas, mungkin aja ternyata salah satu poin di bawah ini masih lekat dalam keseharian lo. Namun, jangan terlalu dibawa serius, ya. Ini enggak perlu dijadikan patokan yang saklek karena kebiasaan itu sifatnya relatif.

1. Makan Pakai Tangan

Kalau darah Indonesia masih kental dalam diri lo, udah enggak terhitung berapa kali lo makan pakai tangan. Memang makan pakai tangan itu bisa nambah cita rasa pada makanan, khususnya dua makanan berikut: nasi Padang dan ayam goreng tepung cepat saji.

Kenapa harus dengan tangan telanjang, sih? Enggak harus, kok. Cuma dengan makan tanpa sendok, rasa bumbunya jadi berasa banget. Selain itu, ketika masuk ke mulut, makanan terasa lebih lembut karena alat yang jadi pengantar bukan sendok plastik atau besi, melainkan tangan empuk lo itu. Enggak percaya? Kalau belum pernah, paling enggak lo perlu nikmatin sensasi makan pakai tangan di restoran Padang.

2. Masuk Angin

Biasanya penyakit ini datang ketika lo terkena banyak angin di luar rumah (bisa karena kipas angin di rumah juga, sih). Gejala-gejalanya adalah perut ngeluarin bunyi-bunyi misterius, akhirnya kentut pun enggak bisa ditahan lagi. Biasanya, suhu badan lo mulai hangat atau panas.

Penyakit ini enggak pandang bulu. Mulai dari kalangan rendah sampai atas pasti pernah ngerasain gejala atau pun masuk angin. Namun, penyakit ini memang bukan penyakit serius. Makanya, obatnya bisa lo temuin di apotek-apotek terdekat. Ribetnya adalah ketika lo masuk angin bukan di Indonesia. Namun, ada satu cara mujarab yang bisa bikin lo sembuh tanpa obat. Poin nomor 3 jawabannya.

3. Kerokan

Sederhana banget. Cuma sediakan satu koin dengan diameter cukup besar (biasanya tukang pijat pakai koin nominal Rp100 zaman dulu karena ukurannya besar) dan minyak pijat. Dengan kekuatan “super” dari dua tangan, angin niscaya keluar dari tubuh. Lo pun jadi segar kembali.

Walau begitu, kerokan juga punya efek samping, guys. Kerokan itu bikin pori-pori kulit jadi tambah lebar yang pada akhirnya bikin tubuh jadi lebih rentan terkena stroke. Selain itu, kenikmatan dikerokin bikin orang-orang suka ketagihan dan enggak bisa lepas dari cara alternatif ini ketika masuk angin menyerang.

4. Nyirih

Kebiasaan ini tampaknya udah enggak dilakuin sama generasi milenial. Biasanya, Viki liat ibu-ibu nyirih atau juga disebut nginang di sinetron zaman dulu. Kebudayaan ini enggak cuma di Jawa, loh, tapi juga di pulau-pulau besar Indonesia lainnya. Marco Polo pernah mencatat, pada abad ke-13 orang-orang di Indonesia suka makan sirih.

Daun sirih enggak dimakan begitu aja, tapi dicampur dengan kapur, buah pinang, dan gambir. Setelah diramu, sirih dikunyah sampai ngeluarin sari. Kalau rutin ngelakuin ini, warna gigi bakal berubah jadi hitam kecokelatan. Air yang dihasilkan dari ramuan itu bakal ninggalin warna pada gigi. Katanya, sih, manfaatnya biar gigi makin kuat. Sayangnya, peneliti berpendapat kalo nyirih kebanyakan bisa bikin kanker mulut. Kandungan dalam ramuan itu, tepatnya kapur, bikin sel-sel di mulut jadi mati.

5. Buang Air Besar Butuh Air

Di Tiongkok dan negara bagian Amerika, masyarakatnya udah biasa pakai tisu buat bersih-bersih saat buang air besar (BAB). Orang Indonesia enggak bisa nerima perilaku ini. Kalau cuma pakai tisu, rasanya ada yang mengganjal perasaan hati. Rutinitas pun rasanya jadi terganggu karena pikiran lo masih tertinggal di bilik toilet itu.

Makanya, bukan hal yang aneh kalau lagi di luar negeri dan butuh ke toilet umum, ada orang Indonesia yang bawa botol air. Itu cerita seorang teman Viki tentang pengalamannya dengan toilet kering di Belanda. Modern, sih, boleh. Namun, kalau udah menyangkut toilet sepaket dengan shower-nya, orang Indonesia masih enggak mau kompromi.

6. Mandi Dua Kali Sehari

Kebiasaan ini dipengaruhi oleh musim di Indonesia yang cuma dua: kemarau dan hujan. Saat musim hujan tiba, panas matahari aja masih nyengat banget sampai kita mandi keringat. Wajar aja, dong, kalau orang Indonesia enggak betah mandi cuma sekali?

Mandi dua kali sehari itu wajib hukumnya. Ada dua pendapat berbeda soal peraturan enggak tertulis ini. Pertama, setuju banget karena badan bakal terasa lengket dan enggak segar kalau mandi cuma sekali. Kelompok kedua, kurang setuju dengan peraturan mandi dua kali sehari. Alasannya, mereka adalah jenis orang yang enggak gampang berkeringat atau enggak banyak beraktivitas di luar. Ada juga, sih, yang memang malas.

***

Nah, di antara kebiasaan-kebiasaan di atas, mana yang masih akrab buat lo?