Icon  Inspiring Figure   

Ratu Tisha, Cewek Pertama yang Jadi Sekjen PSSI

 
Author
Nural 
26 July 2017

Beberapa waktu lalu, ada kabar mengejutkan di dunia olahraga, khususnya sepak bola Indonesia. Buat lo yang ngegandrungin sepak bola, pasti tahu dengan kedatangan cewek cantik yang terpilih menjadi pejabat PSSI. Yap, Ratu Tisha. Namanya tengah populer di dunia sepak bola Indonesia.

Ratu Tisha resmi menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI. Dia menggantikan posisi Ade Wellington yang mundur dari jabatannya pada April 2017. Tisha ditunjuk sebagai Sekjen PSSI buat tiga tahun ke depan sesuai dengan keputusan rapat Komite Eksekutif PSSI (7/7). Tisha ngalahin 29 calon lainnya, termasuk Alief Syachviar dan Alvin Aprianto.

Kehadiran cewek cantik ini tentunya bakal bikin betah para pesepak bola yang notabene mayoritas cowok. Biar lo makin terinspirasi, kali ini Viki bakal ngasih tahu profil cewek bertalenta satu ini. Yuk, kepoin!

 

1. Bernama lengkap Ratu Tisha Destria. Cewek yang lahir pada 30 Desember 31 tahun yang lalu ini menghabiskan masa kecilnya di Jakarta.

 

2. Tisha memang gila sepak bola. Bahkan, dia udah menggeluti “olahraga cowok” ini sejak bangku sekolah.

“Cerita gua, tuh, kayak komik sepak bola. Di sekolah yang berisi orang-orang pintar dan fokus belajar, muncul sekumpulan anak yang ingin ngebuktiin bahwa sekolah bisa berjaya juga di bidang olahraga,” kata Tisha sembari terkekeh.

 

3. Saat SMA, selain disibukin sama kegiatan akademis, Tisha mulai menggemari dunia sepak bola. Bukan sebagai pemain, tapi manajer tim sekolah.

Dari sanalah dia mulai ngerancang dan nyiapin keperluan tim sepak bola sekolah.

 

4. Tahu, enggak? Lewat perannya sebagai manajer, tim sekolahnya berhasil jadi juara.

“Modalnya cuma semangat. Ternyata, kalau kita ngelakuin sesuatu dengan sungguh-sungguh, apa yang kita impikan bisa terwujud. Kami enggak cuma membangun tim, tapi juga menghasilkan tim juara,” kenang Tisha.

 

5. Tisha juga berkesempatan ikut program pertukaran pelajar antarbudaya negara AFS di Leipzig, Jerman.

Dia mengenyam pendidikan di Max-Klinger Schule Gymnasium selama setahun dan sempat belajar manajemen olahraga di sana.

 

6. Lulus dari sekolah menengah, dia masuk jurusan Matematika di Institut Teknologi Bandung (ITB). Kegemarannya pada sepak bola berlanjut di kampus ini.

Dia yakin dengan pilihannya tersebut dan juga tahu bahwa angka-angka berhubungan dengan olahraga, khususnya sepak bola.

 

7. Di bangku kuliah, Tisha kembali menjadi manajer bagi tim PS ITB yang berlaga di Divisi I Provinsi Jawa Barat.

“Waktu di SMA, gua membangun tim sepak bola dari nol. Lalu, di kampus, gua langsung ngurusin tim ITB.”

 

8. Lulus kuliah pada 2008, dia dapat tawaran bekerja pada perusahan perminyakan Schlumberger dan sering bepergian ke berbagai negara.

 

9. Pada tahun yang sama, dia mendirikan LabBola.com, sebuah usaha yang bergerak dalam bidang jasa penyedia data analisis di dunia olahraga.

LabBola kini memiliki 23 personel kreatif dan udah kian berkembang. Turnamen sepak bola Inter Island menjadi proyek besar pertama mereka. LabBola juga udah go internasional dengan menggarap proyek data dan statistik pada kompetisi Piala Raja Malaysia.

 

10. Kemampuan dan pengetahuannya makin matang saat dia ikut pendidikan di badan sepak bola dunia, FIFA, pada 2013.

Tisha termasuk 28 orang yang lolos seleksi FIFA dari 6.400 pendaftar dari penjuru dunia.

 

11. Setelah menyelesaikan studi dalam program FIFA Master, Tisha berhak menyandang gelar Master of Art.Lulus dengan peringkat ke-7 dari 28 siswa.

Tisha merupakan satu-satunya cewek Indonesia yang dapat beasiswa dari program tersebut. Dia menimba ilmu hampir setahun lebih di bagian manajemen olahraga di kawasan Eropa, tepatnya di tiga Negara, yakni Inggris, Italia, dan Swiss.

 

12. Sebelumnya, pada 2011, dia pernah diterima buat program Football MBA dari Liverpool. Namun, batal karena enggak ada bantuan pemerintah.

 

13. Menariknya, Tisha termasuk penyandang polygot, seseorang yang bisa menguasai enam bahasa.

Selain bahasa Indonesia, dia bisa bicara dalam bahasa Jepang, Jerman, Inggris, Italia, dan Belanda,

 

14. Bukan anak baru di dunia sepak bola, Tisha pernah menjabat Direktur Kompetisi dan Operasional PT Gelora Trisula Semesta, operator Indonesia Soccer Championship 2016.

 

15. Saat ini, dia menjabat sebagai Direktur Kompetisi PT Liga Indonesia Baru dan harus ninggalin posisinya karena terpilih menjadi Sekjen PSSI.

Dengan terpilihnya Edy Rahmayadi sebagai Ketua Umum PSSI baru periode 2016—2020, tahun ini Tisha mencoba ngajuin diri jadi salah satu calon Sekjen PSSI. Setelah ikut serangkaian uji kelayakan dan kepatutan, Tisha terpilih sekaligus sebagai cewek pertama yang jadi Sekjen sejak PSSI berdiri 87 tahun lalu.

***

Tisha ngajarin kita bahwa passion yang tadinya dianggap aneh dan sulit diwujudin sebagai sebuah karier, nyatanya, bisa dikejar dan didapat. Walaupun sempat dicuekin sama negara sendiri, Tisha bisa berprestasi. Tisha ngebuktiin bahwa sepak bola bisa jadi tempat buat seorang cewek.

Dengan semua pengalaman yang didapat, Tisha membekalinya dengan berbagai pengetahuan buat ngebentuk visi dan misi jangka panjang terhadap sepak bola Tanah Air. Kini, Tisha harus ngebuktiin keyakinan dan semangatnya mengurus sepak bola nasional saat ini agar bisa menuai hasil yang membuat pencinta sepak bola di Tanah Air kembali bergairah.