Hip   

Young Lex Juga Manusia

 
Penulis
Intan Kirana
11 January 2017

Kalau lo cari nama Young Lex di Google atau di YouTube, lo enggak akan sekadar menemukan lagu-lagu dan berita tentang Young Lex, tetapi juga segala caci maki dari netizen. Young Lex dianggap sebagai rapper yang karbitan, yang suka ngomong kasar dan memberi pengaruh buruk sama orang lain, terutama anak-anak. Intinya, Young Lex dianggap enggak ada benernya, penuh dosyah gitu deh kalau ngutip dari lirik lagu “Bad”.

Yah, mungkin memang Young Lex punya banyak kekurangan. Meski begitu, dia juga manusia yang punya perasaan kok. Iya, bener. Enggak cuma rocker yang manusia, rapper pun juga manusia, jangan samakan dengan pisau belati. Young Lex pun juga cukup menyenangkan kok kalau diajak ngobrol. Dan di samping masalah "bad boy", "fuck pencitraan", dan lain sebagainya yang keliatan nyebelin di YouTube, sebenernya ada beberapa hal sih yang bisa diselami dari seorang rapper bernama asli Samuel Alexander ini. Yang pertama, adalah soal hubungan dia dengan keluarga.

Mungkin banyak orang yang menyangka kalau Young Lex itu bikin malu orangtua, nyebelin, dan diusir sejak remaja. Padahal enggak. Young Lex itu deket banget sama nyokapnya. Bahkan kedekatan mereka enggak cuma kayak anak-nyokap, tapi kayak temen gitu. Sering ngobrol pake gue-lo dan sering jalan bareng.

Young Lex mengakui kalau dia adalah anak broken-home (korban perceraian), tetapi hal ini enggak bikin dia jadi benci sama orangtuanya. Justru karena orangtuanya bercerai, dia malah jadi sayang dan selalu ngejagain ibunya. Oh ya, Young Lex masih sering disuapin loh sama ibunya. Kalo menurut dia, enggak perlu malu disuapin sama Ibunya, justru itu jadi media untuk mendekatkan mereka berdua.

Selain hubungan sama keluarga, ada satu isu yang bikin nama Young Lex jadi jelek banget. Dia dianggap jadi orang yang bawa pengaruh buruk sama anak-anak. Kok bisa? Yep. Mungkin lo udah pernah nonton video ini:

Dan kemudian, lo memaki Young Lex dan kawan-kawannya sebagai orang yang bikin generasi kita jadi rusak dan membuat anak-anak yang seharusnya baca majalah Bimba dan Bobo malah jadi nonton YouTube dan mengeluarkam kata-kata yang enggak seharusnya dikeluarkan sama anak kecil.

Memang sih, mungkin semestinya Young Lex dan kawan-kawan memfilter video klip mereka aja gitu supaya enggak dilihat anak-anak. Tetapi ya semestinya anak kecil juga didampingin orangtua sih waktu nonton YouTube. Ya kalau mereka pakai akun orangtua mereka, jatuhnya kan tetep pakai akun orang dewasa yang enggak kefilter. Anyway, terlepas dari polemik ini, Young Lex enggak pernah menyangka kalau lagu-lagunya di YouTube bakal sebooming ini. Makanya, dia pun sebenernya enggak nyangka kalau banyak anak-anak yang bakalan nonton video klip dia.

Selain kedua sangkaan di atas, ada satu hal lagi sih yang bikin Young Lex dianggap bad boy total dan maksimal: tato. Iya, tato memang identik sama kenakalan dan pemberontakan. Kadang juga banyak orang yang masang tato supaya keliatan keren aja gitu, dan enggak tau makna gambarnya. Yang penting pasang dulu dah.

Menurut Young Lex, tato yang tergambar di tubuhnya memiliki makna. Seperti tato great white shark alias hiu putih. tato itu sebenernya adalah kepanjangan dari beberapa frasa: stay on the line, hustling hard, aim hard, run this game, dan key. Tetapi enggak cuma itu kok maknanya.

Dulu, Young Lex pernah nonton sebuah liputan di National Geographic tentang hiu putih. Tadinya hiu putih itu kayak dianggap enggak berguna dan lama-lama bakal punah. Tetapi lama-lama, hiu putih menjadi salah satu spesies yang menakutkan. Young Lex pernah merasakan pahitnya diremehkan sama beberapa musisi rap. Dan dia pengen ngebuktiin kalau dalam rap, dia bisa berada dalam rantai makanan teratas. Dia pengen membuktikan sama orang-orang yang udah ngeremehin dia kalau dia bisa, dan mereka yang meremehkan suatu saat akan jatuh.

Tentang hal ini sebenarnya sering kok dibahas sama Young Lex di lagu-lagunya. Iya, sekarang jadi tahu kan kenapa kok lagu Young Lex, mulai dari YouTube lebih dari TV sampai Bad, banyak bercerita soal orang yang ngeremehin dia? Sebetulnya itu adalah bentuk kekesalan yang dia tumpahkan dalam lagu rap, sama kayak rappers Bronx dan daerah Banlieue Prancis yang menumpahkan rasa sedih dan marah mereka karena dibedakan dan dikucilkan oleh masyarakat asli negara tersebut.

Anyway, sekilas segala yang dikatakan dan dinyanyikan sama Young Lex itu terdengar ambisius dan penuh dendam. Tetapi emang kita enggak bisa menghakimi orang gitu aja, karena setiap tindakan, selama enggak ngerugiin orang lain, sejatinya punya alasan khusus yang semestinya sih dipahami orang. Menurut Viki, Young Lex punya warna suara dan warna musik yang bagus kok. Cuma sih, kayaknya seru ya kalau ke depan, Young Lex bikin lagu-lagu yang enggak membahas tentang haters aja, tapi juga tentang hal-hal lain, misalnya kritik sosial gitu atau kritik buat ababil. Pastinya asyik banget deh bakalan.