Chillax  Music   

Musisi Lintas Zaman dengan One-hit Wonder

 
Author
Renovan Reza
18 June 2017

Timbul tenggelamnya nama-nama musisi yang lahir di dunia adalah hal yang lumrah. Nama band megadahsyat macam The Beatles yang “didewain” pada masanya aja bakal hilang tergerus zaman. Ditambah lagi, pertumbuhan musisi zaman di era digital enggak ada hentinya. Meski nama-nama besar itu udah enggak tahu ke mana, karya-karya mereka akan selalu abadi buat penggemar.

Nah, ada juga, loh, beberapa musisi dari berbagai era yang cuma punya satu lagu besar, biasa kita sebut one-hit wonder. Lagu itu seketika jadi perhatian dunia. Namun, enggak lama setelah itu, enggak ada kabar dari si musisi. Bisa juga karya-karya setelahnya enggak bisa ngalahin ketenaran single bombastis itu. Ya, akhirnya ketenaran mereka didapat dari one-hit wonder itu, deh.

 

1. Kyu Sakamoto “Sukiyaki”

Mungkin lo asing banget, ya, sama nama ini. Padahal, Sakamoto ini pamor banget di era 1960-an, loh. Sebenarnya judul asli lagunya itu “Ue o Muite Arukō”. Cuma, enggak semua orang bisa ngucapinnya, apalagi orang Amerika. Karena mereka yang megang industri musik dunia, akhirnya judul lagu ini disesuaiin sama kapabilitas lidah mereka. Entah kenapa “Sukiyaki” yang dipilih, padahal liriknya enggak ada hubungan sama masakan khas Jepang yang satu ini. Mungkin karena makanan ini terkenal, ya, jadi lebih gampang diingat.

Lewat “Sukiyaki”, musisi kelahiran Kawasaki ini berhasil “naikin derajat” orang Asia pada saat itu. Dia jadi orang Asia pertama yang berhasil ngedudukin peringkat nomor satu di Billboard Amerika pada 1963. Bayangin aja. Dengan ketenarannya di negara adikuasa saat itu, “Sukiyaki” langsung jadi hit besar di seluruh dunia. Banyak banget musisi yang bikin versi daur ulang dari lagu ini, kayak Blue Diamond, The Ventures, Bob Dylan, sampai musisi Indonesia, Karsono Bersaudara. Bahkan, beberapa versi daur ulang menggunakan bahasa yang berbeda.

Nah, pernah dengar lirik “Yang baju merah jangan sampai lolos” dalam balutan nada yang sama kayak “Sukiyaki”? Lirik fenomenal karangan Kasino “Warkop DKI” ini pasti masih sering lo dengar. Ya, “Nyanyian Kode” juga salah satu hasil daur ulang lagu “Sukiyaki”.

 

2. Astrud Gilberto – “The Girl from Ipanema”

Aslinya, lagu Latin jazz ini dibuat oleh dua seniman Brazil—Antônio Carlos Jobim dan Vinicius de Moraes—dalam bahasa Portugis. Ketika lagu ini direkam di New York, musisi João Gilberto dan dan Stan Getz mengidekan buat bikin versi bahasa Inggris. Norman Gimbel pun ditunjuk sebagai penulis lirik bahasa Inggris. Lalu, istri João, Astrud Gilberto, dipilih buat nyanyiin lagu ini. Soalnya, saat itu Astrud adalah satu-satunya orang Brazil yang lancar berbahasa Inggris dan dinilai punya karakter suara yang pas banget buat lagu ini.

Setelah lagu ini rilis, Astrud tetap ngeluarin lagu-lagu lain. Cuma, ya, kesan lagu ini udah nempel banget sama sosok Astrud. Oh, ya, sampai sekarang, banyak, loh, yang bikin versi daur ulang dari lagu ini. Salah satunya adalah Diana Krall. Coba, deh, lo dengar lalu bandingin keduanya.

 

3. Eddie Holman “Hey There, Lonely Girl”

Aslinya, lagu ini berjudul “Hey There, Lonely Boy” dan pertama kali dipopulerin oleh grup R ‘n B Amerika bernama Ruby and The Romantics pada 1963. Grup ini memang ngehasilin banyak hit. Tahu lagu “Our Day Will Come” yang dinyanyiin Amy Winehouse? Ya, itu juga salah satunya.

Nah, Om Eddie ternyata juga mau nyanyiin “Hey There, Lonely Boy”. Namun, judulnya dimodifikasi dengan pengubahan boy jadi girl. Versinya ini berhasil dudukin posisi kedua di Billboard Hot 100 Amerika, pertama di Kanada, dan peringkat 4 di Inggris. Sayangnya, single Om Eddie berikutnya enggak ada yang bersinar kayak “Hey There, Lonely Girl”.

 

4. Wild Cherry – “Play That Funky Music”

Band funk rock 1970-an ini punya satu lagu yang dirilis pada 1976. Saat itu, funk identik dengan musiknya orang kulit hitam. Namun, mereka bisa bawain dengan keren banget. Saking kerennya, lagu ini masuk dalam urutan sepuluh besar dalam Billboard Hot 100 di berbagai negara kayak di Amerika, Inggris, dan Selandia Baru.

Versi daur ulang dalam aliran hip hop yang juga ciamik, salah satunya dilakuin sama Vanilla Ice. Meskipun jauh dari aransemen aslinya, versi hip hop dari Vanilla Ice juga menjulang tinggi dalam Billboard Chart di berbagai negara pada 1990—1991. Pencapaian tertinggi versi Vanilla Ice ialah menduduki posisi nomor 4 di Billboard Hot 100 Amerika dan peringkat 10 dalam Billboard Singles di Inggris.

 

5. Jose Mari Chan – “Beautiful Girl”

Beautiful girl, wherever you are/ I knew when I saw you, you had opened the door/I knew that I'd love again after a long, long while/I'd love again.

Siapa, sih, yang enggak kepincut sama suara lembut pop berdarah Filipina-Tiongkok ini? Coba, deh, tanya ortu lo. Mereka pasti tahu lagu ini. Soalnya, ini one-hit wonder dari Om Jose pada akhir 1980-an. Awal tahun ini, Om Jose diundang kerangkaian HUT ke-22 salah satu saluran TV swasta. Ternyata, suaranya enggak kemakan zaman, masih aja lembut kayak dulu.

Lirik mendayu kayak ini masih dicintai banyak orang, kok. Apalagi, ada versi dari penyanyi asal Filipina yang jadi idola cewek-cewek, Christian Bautista. Dia ngedaur ulang lagu ini dan bikin kesuksesan yang sama kayak pencipta aslinya.

 

6. Fool’s Garden – “Lemon Tree”

Masuk ke era 1990-an. Ada Fool’s Garden, band poprock asal Jerman, yang punya hit khusus pada 1995. Lagu ini masuk Billboard Hot 100 terpopuler di berbagai negara pada masanya dan banyak didaur ulang, loh. “Lemon Tree” juga dapat banyak sertifikasi platinum dan emas di berbagai negara Eropa, kayak di Austria, Perancis, Jerman, dan Swedia.

 

7. PSY – “Gangnam Style”

Kalau yang ini, enggak mungkin lo enggak pernah denger. Soalnya, lagu ini baru rilis 2012 dan langsung jadi perhatian dunia. Pada akhir tahun dirilisnya, lagu ini menjuarai tangga lagu Gaon Chart di Korea Selatan. Pencapaian berikutnya, video musik lagu ini mencapai 2,8 miliar penonton pada waktu yang berdekatan.

Di saat industri musik Korea Selatan didominasi boyband dan girlband, PSY berani ngebawa hal yang berbeda. Hasilnya, namanya pun mulai keangkat. Padahal, dia udah bermusik dan punya album sejak 2001. Hebatnya, tanpa lirik berbahasa Inggris, lagu ini bisa jadi sorotan dunia. Banyak juga yang meniru koreografi uniknya dalam lagu ini.

***

Harus diakuin, lagu-lagu one-hit wonder di atas keren-keren, ya?

Sayangnya, karya lain para musisi ini enggak sebombastis one-hit wonder mereka. Nah, di antara tujuh lagu di atas, one-hit wonder mana yang berhasil mencuri perhatian lo sebagai penikmat musik?