What's On  Style  Kicks   

Adidas Futurecraft 4D, Sneakers Pertama Berbahan Dasar Cahaya dan Oksigen

 
Author
Tanri Raafani
07 April 2017

Adidas terbukti enggak sama sekali main-main soal inovasi. Di saat beberapa rival terberatnya masih berkutat dengan sneakers berteknologi cetakan 3D, Adidas udah selangkah lagi mencapai nirwana dengan sneakers terbarunya yang melebihi 3D. Yup, hari ini jadi penanda peluncuran pertama sneakers 4D pertama di dunia, Adidas Futurecraft 4D.

Dalam sebuah gelaran media yang diselenggarakan di kota New York, Kamis (6/4) malam waktu setempat, raksasa produk olahraga asal Jerman ini meluncurkan Adidas Futurecraft 4D. Adidas ngeklaim kalau sneakers terbarunya ini adalah sneakers pertama di dunia yang sol/bantalannya diciptakan dengan bahan dasar cahaya dan oksigen. Menurut Adidas, sneakers ini diciptakan untuk memenuhi kebutuhan atlet akan sebuah sepatu yang punya gerakan, stabilitas, serta kenyamanan yang ideal.

Nah, biar lo enggak ketinggalan info soal sneakers ini, yuk simak ulasan Viki tentang fakta-fakta Adidas Futurecraft 4D yang wajib lo ketahui di bawah ini!

1. Berkolaborasi dengan perusahaan startup Silicon Valley

Adidas enggak sendirian dalam penciptaan sneakers ini. Mereka berkolaborasi dengan Carbon, perusahaan startup asal Silicon Valley yang dibiayai oleh Google dan General Electric. Carbon udah punya reputasi tingkat dunia dengan penemuan teknik-teknik cetakan polimer yang diakui punya ketahanan yang luar biasa. Reputasi ini membuat Adidas enggak ragu untuk bekerja sama dengan Carbon dalam pengembangan teknologi baru di waktu mendatang.

2. Melawan logika!

Yup, saat mendengar sneakers ini dibuat dengan bahan dasar cahaya dan oksigen, mungkin lo menganggapnya mustahil banget. Nyatanya, Adidas bersama Carbon berhasil "melawan logika" dengan menyatukan kedua unsur tersebut lewat teknik khusus yang dinamakan Digital Light Synthesis. Teknik ini sendiri diklaim Adidas jauh lebih unggul dibandingkan dengan teknik cetakan 3D konvensional.

3. Menggunakan teknik Digital Light Synthesis

Masuk ke pelajaran fisikanya, proses Digital Light Synthesis dimulai dengan menciptakan sebuah sol/bantalan sepatu dengan bahan dasar resin polimer cair. Bahan ini kemudian dibentuk sesuai yang diinginkan dengan menggunakan proyeksi sinar ultraviolet. Untuk memberikan kenyamanan maksimal, resin polimer yang sudah dibentuk ini kemudian disisipkan optik berpori oksigen yang membuat bentuk bantalan sneakers tersebut jadi mempunyai pori-pori udara. Proses ini membuat Adidas Futurecraft 4D menjadi sneakers dengan performa, kelenturan, serta punya daya tahan kelas dewa.

4. Enggak cuma canggih, tapi juga hemat!

Teknik Digital Light Synthesis ini enggak cuma sukses menciptakan teknologi bantalan yang empuk, lentur, dan tahan lama. Metode ini diklaim juga lebih menghemat waktu dan biaya produksi dibanding dengan teknik 3D konvensional, Selama ini, bantalan 3D konvensional yang berbahan dasar lapisan bubuk plastik dicetak menggunakan mesin pencetak standar dan membutuhkan waktu yang 10 kali lebih lama dibanding dengan teknik Digital Light Synthesis yang digunakan untuk Adidas Futurecraft 4D.

5. Siap diproduksi secara masal

Makanya jangan heran kalau sneakers berteknologi 3D untuk saat ini masih sebatas angan-angan belaka, meskipun pada kenyataannya sneakers ini udah ada. Masalahnya, teknologi yang digunakan sebelumnya enggak memungkinkan sneakers 3D diproduksi secara masal. Makanya, selama ini baik Adidas, Nike, New Balance, dan Under Armour hanya mampu memproduksinya dalam jumlah sangat terbatas, bahkan hanya sebatas membuat prototipe. Tentunya dengan adanya teknik baru dari Adidas dan Carbon ini, mimpi lo serta sneakerhead lainnya akan sneakers berteknologi 3D tinggal selangkah lagi menjadi kenyataan.

Kabar gembiranya, Adidas siap memproduksi Adidas Futurecraft 4D secara masal namun bertahap. Bulan ini, Adidas rencananya akan merilis sneakers ini sebanyak 300 pasang yang akan dilepas untuk petinggi Adidas. Selanjutnya, 5000 pasang bakal dijual secara luas pada pertengahan tahun ini. Adidas bahkan bilang kalau mereka akan memproduksi 100 ribu pasang lagi hingga tahun 2018 berakhir.

6. Keren sih, tapi bikin kantong bolong!

Bicara soal harga, udah bisa dipastikan Adidas Futurecraft 4D enggak akan dibanderol dengan harga yang ekonomis. Teknologi yang digunakan sneakers ini sendiri terhitung baru, serta membutuhkan biaya produksi yang cukup tinggi. Makanya jangan berharap kalau lo bisa mendapatkan Adidas Futurecraft 4D dengan harga miring. Jika melihat harga Adidas Futurecraft 3D yang dibanderol hingga USD333, kemungkinan besar sneakers ini bakal dibanderol sekitar USD350 hingga USD400. Siap-siap aja isi dompet lo terkuras habis sama sneakers satu ini.