Geeky   

(REVIEW) Arrival: Film Alien yang Enggak Perlu Perang!

 
Penulis
Tanri Raafani
11 January 2017

Cerita: 9.5 | Penokohan: 8.5 | Visual: 9 | Sound Effect/Scoring: 9 | Nilai Akhir: 9/10

 

Viki bisa bilang kita semua beruntung hidup di generasi ini. Kenapa? Karena kita semua setiap tahunnya disuguhkan dengan film bertema makhluk ekstraterestrial alias alien. Mungkin bagi lo yang tumbuh sebagai generasi 80-an enggak setuju, karena pada masanya ada banyak film-film bertema alien yang seru dan mahaepik, mulai dari Alien (1979), Predator (1987), maupun E.T. (1982). Viki akuin emang film-film tadi emang seru banget. Tapi harus diakui juga kalo enggak ada film bertema alien yang punya pendekatan anti-mainstream serta punya cerita yang deep abis dibanding zaman milenial seperti sekarang, contohnya seperti 2 film Cloverfield atau District 9 (2009). Nah, salah satu alien anti-mainstream yang enggak kalah keren adalah Arrival, yang baru aja dirilis hari ini di Indonesia.

Film yang udah dirilis di Amerika Serikat sejak 11 November 2016 ini disutradarai oleh Denis Villeneuve, sutradara yang lagi naik daun dengan film-film kerennya seperti Prisoners (2013) dan Sicario (2015). Arrival sendiri dibintangi oleh artis-artis kenamaan, mulai dari Amy Adams, Jeremy Renner, hingga Forest Whitaker. Barisan aktor/aktris kenamaan ini didukung dengan skrip naskah cerita yang luar biasa memukau yang ditulis oleh Eric Heisserer.

Cerita hasil imajinasi Heisserer inilah yang memang jadi aspek terbaik dalam Arrival. Sejak film ini dimulai, lo akan disajikan narasi yang akan membawa lo dalam cerita yang punya alur maju-mundur. Pada dasarnya cerita yang dibawa dalam The Arrival memang sangat kompleks dan lo bakal dibuat bolak-balik lewat alurnya yang enggak menuju ke satu arah saja. Tapi kompleksitas itu enggak bakal membuat lo bingung, dan bahkan bisa menjadi hal yang bisa dinikmati karena semua bagian tersusun dengan rapi tanpa ada plot hole yang berarti. Lo akan benar-benar terbawa situasi yang ada dalam film, mulai dari tegang, serius, mellow, ketawa, santai, emosional, hingga marah.

Arrival sukses mengisahkan drama seorang "pahlawan" yang mendapat statusnya tanpa harus melakukan peperangan bersenjata. Sang pahlawan enggak lain adalah Amy Adams sebagai Dr. Louise Banks yang menjadi "nyawa" film ini. Dari awal hingga akhir film, lo akan dimanjakan dengan sejumlah adegan close-up artis kelahiran Amerika Serikat ini. Kita beruntung karena bisa ngeliat betapa gemilangnya akting Adams yang berhasil memerankan seorang karakter yang wajib tenang di tengah situasi yang kacau. Viki harus bilang, penampilan mb Amy Adams dalam Arrival ini Oscar-worthy banget!

Karakter lainnya enggak kalah luar biasa. Seperti biasa Jeremy Renner mampu menerjemahkan karakter yang serius, skeptis, realistis, namun humoris. Lo juga bakal melihat kelakuan khas karakter-karakter yang biasa diperankan Jeremy Renner dalam bagian akhir film yang bakal membuat lo mesem-mesem sendiri (khusus cewek lho!). Forest Whitaker sendiri juga bekerja dengan baik meskipun enggak bisa dibilang luar biasa. Viki sempat mengira kalo karakter yang diperankannya di Arrival akan mendapat jatah tampil yang signifikan. Nyatanya Whitaker hanya memerankan karakter pendukung biasa.

Ceritanya sendiri dimulai dari Dr. Louise Banks (Amy Adams), seorang ahli linguistik bernama sekaligus sosok ibu yang selalu dibayang-bayangi oleh kematian anaknya. Dr. Banks perlahan bisa mengatasi rasa sedihnya itu hingga pada akhirnya 12 pesawat alien mendarat yang mendarat di masing-masing tempat yang berbeda. Pesawat yang berbentuk seperti bijih congklak ini membuat 12 negara yang jadi tempat mendarat pesawat ini harus bekerja sama untuk mengetahui tujuan sang alien datang ke Bumi. Alien ini juga membuat Dr. Banks direkrut oleh Kolonel Weber (Forest Whitaker) untuk bergabung dalam tim yang bertujuan untuk berkomunikasi dengan alien.

Dia kemudian bekerja sama dengan Ian Donnelly (Jeremy Renner), seorang fisikawan dan ahli matematika yang membantu Dr. Banks untuk memecahkan formulasi bahasa alien yang rumit. Dr Banks dihadapkan dengan situasi yang enggak kondusif – dikejar waktu harus memecahkan bahasa alien yang kompleks di antara kepanikan masyarakat dunia, militer Tiongkok yang udah ngebet banget buat nyikat si alien, serta bayang-bayang akan anaknya yang telah meninggal.

Sorry banget nih, guys. Viki cuma bisa cerita sampai situ aja, karena seperti "tradisi" Viki dalam membuat ulasan, Viki enggak mau sama sekali membocorkan spoiler berupa plot cerita atau ending filmnya sendiri. Satu-satunya hal yang mau Viki bocorin dari plot dan wajib banget lo ketahui adalah fakta kalo lo enggak bakal menyaksikan sama sekali adegan peperangan maupun pertumpahan darah dalam film ini, seperti yang sewajarnya seringkali lo lihat dalam berbagai film bertema alien.

Sama dengan film alien anti-mainstream yang udah disebutkan sebelumnya, Arrival ini enggak seperti film bergenre science-fiction dan bahkan film-film alien pada umumnya. Lo enggak bakal menemukan grand battle antara manusia vs. alien, atau alien vs. alien sekalipun. Film ini berjalan layaknya lo lagi memasak air: mendidih secara perlahan, hingga saat mendidih airnya terkena tubuh lo, dan itu rasanya WOW banget. Bahkan sang direktur, Denis Villenueve, seperti enggak bisa menahan dirinya untuk menyelipkan unsur emosional yang terbangun secara rapi.

Sejujurnya, hal ini bakal menyebalkan banget buat lo yang demen banget sama film-film seperti Alien atau Predator, karena lo bakal menangis gara-gara minim banget elemen aksi yang muncul. Well, film ini bisa dibilang anti-Alien, anti-Predator, anti-War of the World, atau anti-Independence Day sekalipun, karena sekali lagi Viki bilang, lo enggak bakal menemukan sama sekali adegan peperangan atau bahkan kota/peradaban yang hancur dalam film ini.

Tapi tenang aja, meskipun enggak ada adegan-adegan peperangan ala Star Wars atau penghancuran ala Independence Day, Arrival tetap memanjakan mata dengan visual yang memukau. Nilai lebih dari sisi visual ini makin jadi lebih lagi karena didukung oleh sinematografi yang memukau. Sang sinematografer, Bradford Young sukses mengambil gambar yang rapi, elegan, dan mampu membawa penonton terbawa suasana.

Arrival dijamin akan membuat pikiran dan mata lo excited, tapi enggak cuma itu aja karena secara keseluruhan film ini juga punya scoring yang pas banget sama tema filmnya. Bahkan efek suara yang ada di dalam film dibuat serealistis mungkin. Lo enggak perlu mendengarkannya lewat speaker Dolby, karena lo pasti akan bisa merasakan betapa nyatanya efek suara layaknya terdengar oleh telinga lo sendiri. Mungkin lo akan merasa sedikit terganggu dengan suara-suara aneh yang cukup keras di telinga. Namun lo harus tetap mendengar dan meresapinya, karena inilah yang membuat lo akan merasa seperti masuk ke dalam film.

Viki benar-benar enggak bisa menutupi antusiasme saat menulis review ini, karena pada dasarnya Arrival emang memukau dan mahaepik. Viki sempat merasa kalo film ini punya cerita yang cenderung datar seperti Interstellar (2014). Buat lo yang berpikiran sama seperti Viki, lo bakal terkejut dengan filmnya. Harus diakui juga kalo film ini jadi salah satu yang terbaik dari berbagai film yang pernah Viki tonton, tentunya dari segi kualitas. Arrival mampu menjawab antusiasme lo lewat penyajian cerita yang brilian, performa Amy Adams yang memukau, yang didukung oleh sinematografi serta scoring yang mampu membawa film ini masuk kategori Film Terbaik penghargaan Oscar. Seenggaknya kalo emang enggak jadi film terbaik, Arrival pasti akan mendapat nominasi dari beberapa kategori seperti Best Actress, Best Picture, Best Director, serta Best Original Score.

Intinya, lo wajib, harus, kudu banget nonton Arrival. Bukannya hardsell lho, tapi Viki cuma mau ngebantuin lo yang mungkin lagi butuh hiburan lewat sajian film yang emang bener-bener epik dan berkualitas. Mungkin film ini bakal enggak pas banget buat lo penikmat film action. Tapi buat penikmat film drama, Arrival dijamin mampu ngebuat lo kagum dan speechless. Enggak cuma itu aja, film ini saking dalamnya film ini juga bakal membuat lo terbayang betapa enaknya kalo dunia ini bersatu dalam damai tanpa peperangan. Pokoknya 4 jempol dan 5 bintang buat Arrival!