Geeky  Science & Technology  What's On   

Menikmati Detik-detik Gerhana Bulan Parsial di Jakarta

 
Author
Nural 
08 August 2017

Kabar mengenai fenomena alam langka, gerhana Bulan parsial, mengundang rasa penasaran sebagian besar masyarakat Indonesia. Enggak terkecuali buat masyarakat Jakarta. Walaupun antusias masyarakat enggak seheboh saat gerhana Matahari total yang terjadi tahun lalu, gerhana Bulan parsial juga berhasil menggaet animo masyarakat untuk mengenal lebih jauh tentang astronomi.

via GIPHY

Beberapa hari lalu, Viki udah sempet ngasih tau kapan bakal terjadinya gerhana Bulan parsial (GBP) ini. Yap, terjadi pada tanggal 7-8 Agustus 2017, beserta pembagian waktu Bulan mengalami penumbral dan puncak gerhana. GBP yang terjadi dini hari tadi (8/8) terlihat seperempat wajah Bulan yang hilang.

Fenomena alam ini dirayainn di sebagian wilayah Indonesia. Salah satunya di Jakarta, tepatnya di Planetarium Jakarta yang ngadain pengamatan bersama GBP. Bersama komunitas Astronomi satu-satunya di Jakarta, Himpunan Astronomi Amatir Jakarta (HAAJ), Planetarium melakukan edukasi kepada masyarakat mengenai peristiwa GBP.

Kegiatan pengamatan ini dihadiri sekitar 200 peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Jabodetabek. Pengamatan ini bukan satu-satunya kegiatan yang dilakukan Planetarium Jakarta bersama HAAJ. Pada gerhana Matahari total pun dilakukan hal yang serupa. Nyatanya, animo masyarakat menyambut fenomena astronomi ini enggak berkurang.

Pengamatan dilakukan mulai pukul 10 malam, tentunya dengan segala persiapan. Buat pencinta Astonomi, momen langka ini dijadikan tempat untuk mengaplikasikan ilmu, menyalurkan hobi, dan menambah pengetahuan. Di samping melakukan pengamatan dengan teleskop, juga melakukan astrofotografi, memotret detik-detik awal terjadinya GBP hingga selesai.

Sebenarnya, untuk mendokumentasikan GBP ini enggak sulit. Lo bisa memotret Bulan dengan kamera smartphone dengan teknik yang bisa dibilang gampang-gampang susah. Bulan merupakan objek langit besar yang bisa dilihat dengan mata tanpa bantuan alat. Begitu pun, saat di potret dengan kamera smartphone, akan terlihat jelas dibanding memotret bintang.

Berbeda dengan komunitas lainnya, HAAJ memotret bulan dengan metode profesional. Mereka enggak lagi memakai kamera smartpone seperti yang digunakan banyak orang. Mereka menggunakan kamera DSLR yang terpasang di teleskop agar hasil yang lebih maksimal dan detail. Nyatanya, mereka enggak hanya motret kok, hasil foto juga harus diolah untuk mendapatkan karya yang enggak biasa.

GBP terjadi dalam empat fase dengan masing-masing durasi. Total durasi GBP sekitar 5 jam 5 menit. Durasi itu dihitung dari fase awal mulai hingga fase berakhir. Fase yang ditunggu-tunggu saat fase gerhana sebagian dimulai, puncak gerhana, hingga gerhana sebagian berakhir yang berlangsung sekitar 1 jam 56 menit.

Sebenarnya, gerhana Bulan selalu rutin terjadi setiap tahun walaupun enggak semua wilayah dapat mengamatinya. Biasanya, peristiwa ini enggak terlalu berdampak kepada masyarakat karena kejadiannya yang berlangsung pada malam hingga dini hari. Berbeda dengan gerhana Matahari yang berlangsung pada siang hari.

Menariknya, setelah GBP, Bumi bakal kembali dihiasi gerhana Matahari total pada 21 Agustus. Sayangnya, hanya yang tinggal di wilayah Amerika Serikat aja yang bisa mengamatinya. Jadi, niat lo untuk menyaksikan gerhana dalam waktu dekat sepertinya harus urung.

Buat lo yang ketinggalan atau ketiduran saat GBP dini hari tadi, lo bisa lihat rekaman livestreaming-nya di saluran youtube HAAJ. Sedangkan, buat lo yang berhasil mengamatnya, lo bisa share pengalaman lo atau hasil potretan lo di kolom komentar ya!