Geeky  Toys & Video Games   

Evolusi Game Metal Gear dari Masa ke Masa

 
Editor
Tanri Raafani
12 July 2017

Dunia video game udah ngelahirin banyak game seru dan keren. Namun, enggak banyak game yang bisa bertahan hingga puluhan tahun. Salah satu di antara game yang masuk kriteria “tahan lama” tersebut adalah seri game Metal Gear.

via GIPHY

Enggak cuma tahan lama, Metal Gear juga dicintai gamers di seluruh dunia. Selama 30 tahun perjalanannya, seri game ini selalu mendapat pujian dan sukses besar secara komersial. Selain itu, Metal Gear selalu dianggap sebagai pionir buat game-game lainnya lewat berbagai inovasi. Faktor-faktor inilah yang bikin Metal Gear digadang-gadang sebagai salah satu game terbaik yang pernah ada.

Sejak 1987, Metal Gear punya tujuh seri utama dengan beberapa seri spin-off. Dari sini, lo bisa ngelihat berbagai perubahan serta inovasi yang dilakukan Hideo Kojima beserta Konami agar game ini makin seru dan enggak dimakan zaman. Untuk itu, Viki bakal ngulas evolusi seri game Metal Gear dari masa ke masa, dilihat dari berbagai perubahan, terutama dari segi grafis, gameplay, dan cerita/penokohan. Sebagai catatan, Viki cuma bahas kanon utama Metal Gear alias enggak termasuk seri spin-off. Check it out!

 

1. Metal Gear (1987)

Di sinilah semuanya bermula. Metal Gear diakui sebagai pelopor game bergenre stealth serta dianggap jadi pondasi bagi game-game Metal Gear selanjutnya. Game ini pertama kali dirilis pada 1987 di konsol game MSX2 yang kurang populer. Meski begitu, Metal Gear inilah yang bikin gamers di masa itu rela beli konsol MSX demi mainin game ini. Dari segi grafis, game pertama Metal Gear ini termasuk yang kuno banget. Namun, hal itu jadi enggak masalah karena gameplay-nya menarik.

Awalnya, Hideo Kojima ngedesain game ini sebagai game tembak-tembakan biasa. Namun, Kojima ngerasa konsol MSX dirasa enggak mampu ngimbangin kreativitasnya. Makanya, dia ngedesain game ini menjadi game bergenre stealth yang belum pernah ada di masanya. Selain itu, dari game ini, kita sadar akan “kebiasaan” Kojima yang selalu bikin karakter utama yang terinspirasi dari artis/model ternama. Misalnya aja karakter Solid Snake yang terinspirasi dari aktor Michael Biehn, pemeran Kyle Reese dalam film Terminator.

 

2. Metal Gear 2: Solid Snake (1990)

Tiga tahun berikutnya, Kojima bikin sekuel dari Metal Gear yang dirilis di konsol yang sama. Sayangnya, game ini kurang begitu populer karena hanya dirilis di Jepang akibat berkurangnya dukungan buat konsol MSX. Akan tetapi, game ini tetap aja sukses memikat hati para gamers dengan kisah serta gameplay yang makin menarik dibanding prekuelnya. Saking kerennya, Paul Soth dari GameSpy menilai kalau game ini adalah game 8-bit terbaik yang pernah ada.

Kisah yang digunakan di Metal Gear 2 jadi lebih kompleks dengan penokohan yang lebih dalam. Kojima juga memperbarui gameplay dengan tambahan musuh yang lebih kuat, skill/senjata yang lebih canggih, serta mode penglihatan 45 derajat yang bikin mode stealth jadi lebih asoy. Berbeda dari prekuelnya, kali ini karakter Solid Snake di Metal Gear 2 terinspirasi dari Mel Gibson dalam film Lethal Weapon. Sebagai tambahan, Metal Gear 2 punya game bayangannya, yaitu Snake's Revenge. Game ini dirilis sebagai pengganti Metal Gear 2 yang enggak dirilis di luar Jepang. Kojima enggak terlibat sama sekali dalam game ini. Makanya, game ini enggak begitu menarik dan kurang populer dibanding Metal Gear 2.

 

3. Metal Gear Solid (1998)

Meski bukan yang pertama, game inilah yang bikin waralaba game Metal Gear Solid makin populer. Game ini adalah proyek ambisius Konami dan Kojima yang didesain buat jadi game PlayStation terbaik yang pernah ada. Game ini jadi Metal Gear pertama yang memakai format 3-D. Uniknya, Kojima hanya menggunakan enviroment yang ada di game Metal Gear 2 lalu mengubahnya menjadi format 3-D buat Metal Gear Solid. Grafis game ini pun dianggap sebagai salah satu yang terbaik di masanya. Format 3-D ini juga bikin pengalaman bermain game stealth makin asyik dan menegangkan.

Dari segi gameplay, Metal Gear Solid mengadopsi sudut pandang orang ketiga yang bikin pandangan semakin luas. Selain itu, game ini juga punya sistem radar 2-D buat mengetahui posisi musuh serta ke arah mana mereka melihat. Metal Gear Solid juga dikenal sebagai game pertama yang punya banyak cut scene. Hal ini bikin Metal Gear Solid punya cerita yang dalam dan menarik untuk disimak. Kali ini, karakter Solid Snake terinspirasi dari aktor Christopher Walken.

 

4. Metal Gear Solid 2: Sons of Liberty (2001)

Ketika semuanya mikir kalau game Metal Gear Solid enggak bisa lepas dari karakter Solid Snake, Kojima berpikir sebaliknya. Di Metal Gear Solid 2: Sons of Liberty, karakter utama berganti menjadi Raiden. Meski begitu, Solid Snake masih bisa dimainin di bagian prolog game. Hal ini enggak dilakukan Kojima tanpa alasan. Perubahan karakter ini punya tujuan menceritakan lebih dalam tentang karakter Solid Snake dari sudut pandang lain. Semuanya tambah asyik dengan perbaikan grafis dari PlayStation 1 jadi PlayStation 2.

Seperti biasa, Kojima selalu berinovasi tiap kali bikin game baru. Dari segi gameplay, Metal Gear Solid 2 punya tambahan fitur yang bikin elemen stealth jadi makin menarik. Misalnya aja kayak pengaruh environment yang lebih realistis dan dipengaruhi oleh faktor cuaca, temperatur, hingga bau. AI/musuh dalam game ini juga lebih cerdas. Di game ini, musuh lebih sering bekerja sama dengan anggota timnya melalui pendekatan taktis. Mereka juga bisa bersembunyi dan manfaatin waktu sembunyi tersebut buat melakukan hal-hal yang enggak bisa ditebak oleh pemain. Makanya, musuh di Sons of Liberty ini dianggap sebagai salah satu yang paling sulit dikalahin.

 

5. Metal Gear Solid 3: Snake Eater (2004)

Pemilihan Raiden sebagai karakter protagonis utama di game sebelumnya ternyata enggak disetujui oleh mayoritas penggemar. Makanya, di seri kelima Metal Gear ini, Kojima kembali jadiin Snake sebagai karakter utama—meskipun bukan Solid Snake. Metal Gear Solid 3: Snake Eater (2004) jadi prekuel dari seri-seri sebelumnya. Latarnya pun mundur jauh ke belakang, yaitu pada era 1960-an di kawasan Uni Soviet. Lo bakal bermain sebagai Naked Snake buat menyelamatkan seorang ilmuwan serta menghabisi mantan bosnya.

Perubahan latar ini dianggap menjadi salah satu faktor yang bikin Snake Eater makin seru. Beda dari game sebelumnya yang berlatar di kawasan urban, kali ini lo bakal lebih sering beraksi di kawasan hutan belantara yang bikin sensasi main stealth jadi makin asoy. Penggambaran latar ini juga didukung dengan kualitas grafis yang termasuk paling mendetail di masanya. Sedangkan, dari segi gameplay, meski punya basis yang sama dengan seri sebelumnya, Kojima masukin beberapa fitur baru. Di antaranya adalah kamuflase dan sistem pertarungan jarak dekat yang lebih sulit. Selain itu, Kojima juga nambahin elemen survival dengan ngewajibin lo memburu binatang atau tumbuhan buat dijadiin obat-obatan.

 

6. Metal Gear Solid 4: Guns of the Patriot (2008)

Setelah mundur jauh ke belakang, Metal Gear Solid 4: Guns of the Patriot kembali maju jauh ke depan dengan latar tahun 2014. Solid Snake kembali menjadi karakter utama. Namun, kali ini, Snake udah berumur dan kena virus yang bikin kemampuan bertarungnya menurun. Game ini jadi yang pertama buat PlayStation 3 dengan grafis yang semakin mantap dan lebih mendetail.

Gameplay-nya pun jauh lebih menarik dan ngimbangin kualitas grafisnya. Di antara berbagai perubahan, fitur baru yang paling unik adalah Psyche Meter. Fitur ini bisa dibilang nyebelin karena kemampuan lo bertarung bakal dipengaruhi sama tingkat stres dan daya tahan fisik Solid Snake yang udah uzur. Semakin tinggi tingkat stres, Snake bakal ngerasa sakit pinggang dan bakal kesulitan buat ngarahin senjata. Cara ngatasinnya pun benar-benar “Kojima banget”. Selain menghilangkannya dengan makan atau minum obat, Snake juga bisa sembuh dengan ngebaca majalah dewasa.

via GIPHY

 

7. Metal Gear Solid 5: Ground Zeroes & Phantom Pain (2014)

Sedihnya, game ini jadi penanda berakhirnya era Hideo Kojima dalam seri Metal Gear Solid. Meski begitu, Kojima bikin game ini jadi persembahan terakhir yang sangat manis bagi penggemar setianya selama 28 tahun berkarya di Konami. Metal Gear Solid V sendiri dipisah jadi dua bagian, yaitu “Ground Zeroes” sebagai prolog dan “Phantom Pain” sebagai kisah utamanya.

Di game ini, Kojima pertama kalinya nerapin sistem open-world. Sistem ini bikin pemain bisa lebih bebas memilih misi utama serta misi sampingan. Game ini juga berjalan sesuai waktu dan bisa berubah menjadi siang dan malam, ditambah dengan pengaruh cuaca dan environment yang ada. Selain itu, lo juga bisa menjelajahi dunia open-world yang amat luas ini, bergantung pada cara yang lo gunakan buat menyelesaikan misi. Elemen RPG juga lebih terasa dengan fitur upgrade senjata, basis induk, atau pun karakter AI kayak Quiet, D-Dog, dan D-Horse.

***

Enggak salah lagi, deh, seri game kreasi Hideo Kojima udah masuk ke dalam kriteria legendaris dan bersejarah. Wajar aja, Metal Gear mampu bertahan hingga berpuluh-puluh tahun dengan konsisten sebelum akhirnya bertemu ajal akibat perseteruan antara Kojima dan Konami. Tentunya, perpisahan ini amat disayangkan. Meski begitu, penggemar Metal Gear boleh bergembira. Soalnya, Hideo Kojima lagi bikin game Death Stranding yang diprediksi enggak kalah keren dari game buatannya dulu.

via GIPHY

Nah, dari tujuh seri game Metal Gear di atas, mana yang jadi favorit lo?