Geeky   

5 Film Terbaik Karya Hayao Miyazaki

 
Penulis
Iruna Ireuna
07 December 2016

Hayao Miyazaki, legenda dunia animasi Jepang, telah mengabarkan pengunduran dirinya. Hal ini menjadi kehilangan yang cukup besar bagi industri animasi Jepang. Gimana enggak, Hayao Miyazaki bersama studio Gibli berhasil membuat film yang merebut hati seluruh dunia. Spirited Away, misalnya, adalah film animasi pertama yang bukan dari Hollywood yang berhasil memenangkan Oscar. Selain itu, berkat Spirited Away, dia juga menjadi orang Jepang kedua yang memenangkan piala Oscar (yang pertama adalah sutradara Seven Samurai, Akira Kurosawa).

Kabar baiknya, beberapa waktu lalu, ada informasi yang beredar bahwa Hayao Miyazaki tengah mengerjakan sebuah film animasi berjudul Boro The Caterpillar. Film ini pertama kali dibuat untuk Ghibli Museum dalam bentuk film pendek. Akan tetapi, film pendek tersebut enggak cukup membuat Opa Miyazaki puas. Makanya, Opa Miyazaki bakal membuat versi panjang film ini. Kita tunggu aja kabar selanjutnya, ya! Katanya, sih, film ini bakal rampung pada 2019.

Sebenarnya, bagi penggemar animasi, khusunya anime, film-film Hayao Miyazaki adalah film yang hidup di hati. Kisahnya melampaui batas imajinasi, karakter-karakternya unik dan hidup, sementara gambarnya luar biasa detail, meski sepenuhnya digambar dengan tangan, tanpa efek komputer sedikit pun (kecuali dalam Princess Mononoke, beberapa bagian menggunakan 2D CGI). Karena itulah Hayao Miyazaki begitu dikenal dengan karya-karyanya yang luar biasa.

Di antara semua filmnya yang luar biasa itu, Viki pilihin buat lo lima film Opa Miyazaki yang wajib banget lo tonton. Selain berkesan banget, lima film ini sudah memberi inspirasi bagi banyak orang. Apa aja filmnya? Scroll ke bawah terus, ya!

 

1. Howl’s Moving Castle

Film ini mengisahkan Sophie, seorang gadis muda yang berubah menjadi nenek tua karena terkena kutukan. Sophie hidup di abad kesembilan belas, saat perkembangan teknologi berjalan beriringan dengan sihir. Ada penyihir yang begitu dikenal bernama Howl. Untuk mematahkan kutukannya, Sophie berusaha menemukan Howl dan meminta bantuannya. Namun, hal ini malah membawa Sophie ke masalah yang lebih besar.

Suatu hari, negara Sophie dinyatakan akan berperang dengan negara tetangga. Howl diminta oleh Raja untuk ikut berperang dan membantu dengan sihirnya. Howl menolak dan malah mengutus Sophie untuk berpura-pura menjadi ibunya dan mengatakan bahwa dia sebenarnya pengecut. Sejak saat itu, dimulailah kisahnya bersama Howl, yang ternyata sudah kehilangan hatinya.

Howl’s Moving Castle diangkat dari novel berjudul sama yang ditulis oleh novelis Inggris, Diana Wynne Jones. Meski diadaptasi dari novel, film ini memiliki cukup banyak perbedaan dengan novelnya. Film ini merupakan bentuk kritik Opa Miyazaki terhadap perang, khususnya perang antara Amerika Serikat dan Irak pada 2003. Makanya jangan heran kalau di film ini lo melihat karater-karakter yang satir. Howl’s Moving Castle menjadi salah satu film Opa Miyazaki yang masuk nominasi Oscar. Film ini wajib banget lo tonton karena bakal membuka pandangan lo untuk selalu berbagi kasih sayang, bukannya kebencian. Kebencian bisa memulai perang dan perang membawa kehancuran.

2. Nausicaa of the Valley of the Wind

Film ini diangkat dari manga berjudul sama yang juga ditulis oleh Opa Miyazaki. Diambil dari 16 chapter pertama, Nausicaa of the Valley of the Wind mengisahkan dunia 1.000 tahun pascakiamat. Peristiwa Seven Days of Fire telah menghancurkan peradaban dan menciptakan Toxic Jungle, sebuah hutan beracun yang penuh dengan serangga raksasa.

Di dunia yang sudah kacau, ada Nausicaa, Putri Kerajaan Valley of the Wind. Di kerajaan itu, ada ramalan bahwa akan lahir penyelamat berjubah biru yang akan menuntun orang-orang untuk memurnikan tanah yang beracun. Nausicaa sejak awal senang menjelajah Toxic Jungle dan berkomunikasi dengan makhluk-makhluk raksasa di sana, termasuk Ohm. Nausicaa mau memahami hutan itu dan percaya bahwa ada cara untuk mengakhiri kiamat dan membawa manusia kembali berjaya.

Film ini menghadirkan Nausicaa, karakter yang namanya diambil dari nama tokoh dalam buku karya Homer, Odyssey. Nausicaa adalah perempuan yang punya rasa ingin tahu yang tinggi dan memandang berbagai persoalan dari banyak sudut. Makanya enggak heran film ini jadi salah satu film Opa Miyazaki yang populer dan digemari banyak fans.

 

3. My Neighbor Totoro

Opa Miyazaki juga dikenal senang membuat film tentang legenda dan mitologi Jepang. Salah satunya adalah My Neighbor Totoro. Film ini mengisahkan tentang Satsuki dan Mei yang harus pindah rumah ke daerah pedesaan selama masa pemulihan ibunya di rumah sakit dekat sana. Bersama ayah mereka, mereka pindah ke sebuah rumah tua yang katanya berhantu.

Di rumah itu, Mei dan Satsuki enggak sengaja bertemu Totoro, kucing hitam besar yang senang bertengger di atas pohon. Bersama Tototro, mereka dibawa melihat dunia dengan cara paling menyenangkan. Mei dan Satsuki berteman dengan Totoro dan melihat banyak keajaiban. Totoro yang merupakan arwah penunggu pohon champor sampai sekarang menjadi maskot Studio Ghibli karena kelucuannya.

Film ini adalah tentang dunia ajaib yang cuma bisa dilihat dan dibayangkan anak-anak. Karakter Satsuki dan Mei menunjukkan anak-anak yang ceria, polos, penuh imajinasi, dan senang mencoba hal-hal baru. Keduanya terlihat sangat bebas menikmati berbagai petualangan baru mereka, meski cuma berdua. My Neighbor Totoro adalah film yang benar-benar menunjukkan dunia anak-anak. Makanya enggak heran kalau DVD film ini sampai sekarang masih laris dijual.

 

4. Princess Mononoke

Film ini beda sama film-film Opa Miyazaki sebelumnya. Film ini lebih gelap dan cukup penuh adegan kekerasan. Berlatar kisah di era Muromachi (masa sekitar 1336—1573), film ini juga memiliki tokoh utama seorang cowok. Ashitaka, seorang pangeran dari Emishi, terkena kutukan setelah membunuh setan yang menyerang desanya. Meski berhasil mengalahkannya sebelum mencapai desa, Ashitaka terkena kutukan di tangannya. Demi mencari penawar kutukan itu, Ashitaka pergi ke barat.

Dalam perjalanannya menuju hutan di barat, dia malah terlibat dalam pertempuran antara para pandai besi dan Dewa Hutan yang sedang marah. Sampai akhirnya dia juga bertemu dengan Putri Mononoke, seorang gadis muda yang dibesarkan oleh serigala. Mononoke dalam bahasa Jepang berarti arwah atau monster. Jadi, bisa dibilang film ini memang penuh dengan pertarungan antara monster, manusia, dan dewa. Selain itu, film ini mengangkat epos yang didasarkan dari mitologi Jepang sehingga ada yang bilang film ini adalah “Star Wars”-nya Jepang.

Film yang dirilis pada 1997 ini memang bukan film untuk anak-anak. Film ini merupakan kritik Opa Miyazaki terhadap manusia yang merusak hutan demi kepentingan pribadi. Akan tetapi, tetap aja film ini paling laris di Jepang pada tahun rilisnya. Epos yang detail, tokoh yang enggak biasa, dan kisah yang Jepang banget bikin film ini enggak cuma menarik perhatian banyak orang di Jepang, tetapi juga di luar Jepang.

5. Spirited Away

Di antara semua film terbaik Opa Miyazaki, Spirited Away adalah film yang benar-benar diakui dunia. Film ini memenangkan 75th Academimy Awards untuk kategori Best Animated Feature, mengalahkan 4 nominasi lainnya, termasuk Lilo & Stitch dan Ice Age. Opa Miyazaki benar-benar memasukkan berbagai pandangannya dalam film ini. Kritiknya terhadap lingkungan, manusia yang serakah, cinta dan kasih sayang, serta keberanian, semua digarap dengan sangat apik dalam film ini.

Petualangan Chihiro dalam film ini sebenarnya dimulai dengan cara yang enggak biasa. Orang tua Chihiro berubah jadi babi saat makan di sebuah taman hiburan yang terbengkalai. Setelah itu, demi menyelamatkan orang tuanya, Chihiro pergi ke dunia arwah. Di sana dia mendapatkan pekerjaan di rumah pemandian yang dipimpin oleh Yubaba. Di dunia arwah, Chihiro bertemu dengan Haku yang banyak menolongnya beradaptasi di sana.

Spirited Away penuh dengan hal ajaib. Arwah-arwah di sana digambarkan dengan artistik. Sebenarnya, film ini bisa jadi film yang mengerikan karena berisi tentang dunia para arwah alias dunia hantu. No-Face, misalnya, sebenarnya cukup mengerikan dengan tubuh hitam tanpa wajah dan gigi-gigi tajam di baliknya. Akan tetapi, enggak ada yang bisa memungkiri bahwa film ini benar-benar ajaib, mulai dari dunianya, makhluk-makhluk di dalamnya, sampai pemikiran Opa Miyazaki yang ada di dalamnya. Makanya, kalau film ini disebut sebagai film terbaik Opa Miyazaki, lo enggak usah heran.

***

Di antara semua film di atas, ada yang sudah pernah lo tonton? Sebetulnya, menurut Viki semua film karya Opa Miyazaki adalah hasil karya yang jenius. Semuanya punya makna yang dalam. Akan tetapi, menonton lima film di atas bakal bikin lo memaknai hidup dan dunia yang indah ini dengan lebih baik.