Geeky   

5 Alasan Overwatch Dapat Predikat Game of The Year 2016

 
Author
Briantiko Aji
28 December 2016

Di penghujung 2016 ini, Overwatch dapat penghargaan sebagai Game of The Year 2016 versi The Game Awards. Kemenangan Overwatch ini ngebuka mata kita bahwa dalam sebuah ajang penghargaan itu banyak hal yang menjadi pertimbangan. Intinya ada banyak banget faktor yang bisa memengaruhi sebuah game layak atau bisa dinyatain jadi game terbaik tahun itu.

Dengan semangat ngembangin game sekeren mungkin, tim di balik Overwatch nyatanya sudah bisa menarik perhatian para penggemarnya sejak pertama rilis dalam versi beta. Oleh karena itu, banyak banget penggemar yang akhirnya antre buat mendapatkan game dalam versi utuhnya. Dengan begitu, Overwatch membuat namanya sendiri melambung dan masuk jajaran game online paling dicari di jagat raya ini. Lantas kenapa begitu menarik sih versi beta-nya, terus ada enggak versi ngana-nya (ngana pe bodi poco-poco~)? Gini, di dalam versi beta, kita dikasih tau banyak hal soal karakter yang akan ditampilin, peta atau arena main kita, dan juga mode atau gameplay yang akan dimainkannya, tapi kemungkinan masih banyak bug dan glitch dan lagi bisa dibilang sebuah game yang rilis dalam versi beta masih dalam kisaran 80—90 persen saja. Dari situ bakal ketaker bahwa sebuah game akan menjadi game keren atau malah fail.

Pas Viki lihat trailer-nya pertama kali, jujur sih belum begitu “kena”, apalagi First Person Shooter (FPS) sebenarnya bukan genre favorit Viki. Emang sih ini subjektif, tapi menurut Viki game-game FPS itu enggak pernah ngasih keseruan dan kesan yang mendalam. Cuma, ternyata Viki akhirnya “kena” dengan konsep karakter, arena, dan beragam misi yang ditawarin di dalam versi beta-nya, Viki pun akhirnya sampai pada satu kesimpulan kalau game ini keren.

Sekarang, setelah ngelihat Overwatch dapat penghargaan sebagai Game of The Year 2016, Viki makin yakin kalau enggak semua game besar itu muncul dari tempat yang “wah”. Ada kalanya game-game yang “cuma” menggunakan mode FPS bisa masuk jajaran game-game elit. Menurut Viki, ada beberapa hal yang sampai bikin game ini menang penghargaan The Game Awards. Biarpun game-game semacam Doom, Inside, Titanfall 2, sampai Uncharted 4 jadi pesaingnya, Overwatch berhasil keluar jadi pemenang karena beberapa hal ini.

 

1. Hero Multifungsi

Ada kurang lebih 21 karakter yang ditampilin dalam Overwatch. Masing-masing karakter itu bisa dimainin dan punya kelemahan serta kelebihannya sendiri-sendiri. Misalnya karakter Bastion, yang cocok dimainin untuk mode kontrol permainan. Maksudnya, kalau lo mau nyerang, Bastion akan dengan mudah sekali memojokkan musuh-musuh. Sayangnya, kalau dalam kondisi bertahan, misalnya buat mempertahankan daerah lo dari serangan musuh, Bastion enggak terlalu berfungsi baik.

Setelah beberapa jam Viki main, akhirnya Viki punya kesimpulan kalau yang paling baik adalah kita punya hero gacoan yang bisa kita andalin dalam beragam model permainan. Misalnya saja Genji dan Zenyatta yang enggak terlalu menonjol salah satu statistiknya, tapi kemampuan bertahan dan menyerangnya itu seimbang. Hero-hero macam begini yang sangat baik dipakai dalam Overwatch. Tapi, balik lagi tergantung gaya main lo juga sih. Hehehe..

 

2. Gampang Di-replay

Bagian paling penting dari game tembak-menembak macam ini adalah ketika lo mati terus respawn alias balik lagi ke game, lo enggak perlu ngulang terlalu jauh dari titik terakhir lo berada. Sebab, kadang-kadang kita jadi malas sendiri main game FPS kalau keseringan mati dan harus nunggu terlalu lama karena ronde belom kelar atau ngulang cukup jauh dari capaian yang sudah lo raih.

Mempertimbangin soal ini, akhirnya Overwatch dibikin untuk bisa dimainin kembali di level terakhir yang sudah lo capai, bahkan posisi terakhir sebelum karakter lo mati. Fleksibilitas ini emang enggak main-main digarapnya. Buat lo yang suka banget sampai ketagihan game FPS, mode ini bisa jadi jebakan. Kenapa begitu? Satu hal yang menyenangkan dari munculnya mode ini adalah lo enggak capek ngulang. Akan tetapi, jeleknya karena lo terlalu nafsu untuk menang di level itu, lo bakalan ketagihan dan penasaran sampai enggak berhenti mainin game ini selama berjam-jam.

 

3. Era Baru Game FPS

Umunya, game FPS selalu menyediakan downloadable content (DLC) yang dijual sebagai tambahan. Maksudnya, lo yang main seri Call of Duty atau Battlefield misalnya, “dipaksa” untuk membeli konten terbaru per tahunnya. Nah, kondisi ini bikin para penggemar game FPS kehabisan banyak uang dan juga kesabaran karena game yang mereka mainkan enggak selesai-selesai. Memang sih ada juga game semacam Team Fortress 2 yang dijual tanpa menggunakan konten tambahan tiap tahunnya. Lo bisa mainin game ini di PC dengan bebas dan tanpa harus nunggu update di tahun selanjutnya. Biarpun begitu, pihak pengembang membuat cara lain untuk tetap mendapatkan uang dari game yang dijualnya. Misalnya dengan nambahin purchasing untuk masing-masing item yang dibutuhin sama karakter lo. Bisa juga lo harus bayar untuk bisa ngubah tampilan visual karakter lo. Tentu aja ini enggak ada bedanya sama yang dilakukan dalam Call of Duty atau Battlefield pada akhirnya.

Nah, untuk itu, Overwatch menawarkan solusi lain yang lumayan menyenangkan buat para pemain. Masih dengan menggunakan konsep lo harus bayar untuk beberapa item atau peta yang lo butuhin di dalam game, Overwatch juga menawarkan kelonggaran pilihan buat lo. Jadi bukan suatu kewajiban buat para pemain untuk beli item-item itu untuk bisa puas mainin game ini.

 

4. Karakter yang Berkesan

Sekarang ini, enggak ada lagi yang namanya karakter cupu dalam sebuah game. Mau itu game semacam Call of Duty atau pun Hearthstone, keduanya harus punya latar belakang cerita yang bagus. Sisi ini yang sampai saat ini terus dikembangin sama para pengembang game. Bahwa seorang karakter dalam game FPS ditampilin memakai senjata mesin kelas dewa, itu bukan hal aneh lagi. Justru sekarang ini sudah menjadi keharusan agar karakter-karakter ini punya tampilan dan latar belakang yang mendukung perannya di dalam game. Jadi, ketika lo mainin karakter tersebut, lo akan terhanyut dengan karakternya dan melebur ke dalam game itu dengan lebih cepat.

Hal tersebutlah yang dikembangin di Overwatch. Masing-masing karakternya memiliki ciri khas dan latar belakang cerita yang berkesan. Biarpun itu cuma karakter kecil atau enggak terlalu penting dalam game ini, penggambaran dan pemberian ceritanya tetap dilakukan dengan serius dan mementingkan logika ketika bergabung dengan karakter-karakter lainnya.

 

5. Dibuat oleh Blizzard

Sebuah perusahaan pembuat game keren, bisa saja bikin game jelek. Akan tetapi, sudah sejak puluhan tahun lalu kita percaya bahwa segala yang dibikin Blizzard merupakan karunia buat kita. Dengan kontrol kualitas yang bagus dan studio yang juga bagus dimiliki sama Blizzard, bisa diyakinkan bahwa game-game produksi mereka merupakan game keren. Perlu lo catat, kalau lo mau berusaha buat jadi pengembang game dari kecil dan berharap bisa berada di puncak suatu saat nanti, lo harus ingat bahwa selalu akan ada Blizzard di atas lo dengan seri Warcraft, Starcraft, dan Hearthstone. Sekarang ini malah nama Blizzard makin harum dengan Overwatch.

Dengan munculnya Overwatch, Blizzard sudah pasti memuncaki klasemen dalam pertarungan menjadi pengembang game terbaik. Namun, yang perlu dijaga dari Blizzard adalah cara membuat game-game masterpiece-nya tetap populer meski sudah lama rilis di pasaran.

***

Lima hal yang Viki utarakan bisa jadi alasan utama kenapa Overwatch layak menyandang Game of The Year 2016 dari The Game Awards. Paling enggak, lo sekarang sadar bahwa apa pun bisa jadi dihargai orang kalau lo bikinnya dengan sepenuh hati dan konsep yang lo kembangin tepat. Overwatch sudah ngasih bukti ke lo, bahwa sebuah game FPS sederhana pun bisa merajai tangga pertarungan jadi game terbaik.