Geeky   

4 Film Ini Nunjukin Kalau Rasis Itu Enggak Manis

 
Penulis
Teman Rakyat
12 January 2017

Film enggak cuma wadah hiburan buat lo yang kurang piknik. Film juga sering kali jadi wadah untuk menyampaikan pendapat, menyampaikan ide dan pemikiran sang sutradara, sampai jadi wadah kritik sosial. Beberapa film memang enggak cuma menampilkan dunia yang katanya indah, tetapi juga kelam. Salah satunya ada dunia yang penuh perbedaan, khususnya masalah ras dan warna kulit.

Masalah warna kulit ini sekarang mungkin enggak terlalu terasa, khususnya di Indonesia. Meski begitu, sampai sekarang lo juga pasti menyadari bahwa masih ada yang menggunakan ras sebagai alasan untuk enggak suka atau suka sama seseorang. Hal ini terjadi enggak cuma di Indonesia, loh. Ini masalah yang terjadi di hampir seluruh Dunia, khususnya pada zaman perang.

Suku, agama, dan ras sebenarnya bukanlah hal yang perlu dipermasalahkan. Enggak ada yang lebih baik atau lebih buruk dalam ketiga hal itu. Ketika lo merasa diri lo lebih baik atau lebih buruk dari yang lain, justru itulah yang jadi masalah. Masalah ini juga sering jadi sorotan dalam film.

Untuk menunjukkan rasis sama sekali enggak membawa kebaikan, para sineas film menampilkannya dalam karya yang luar biasa. Bahkan, beberapa di antara film yang Viki jabarkan di bawah berhasil memenangkan Academy Award alias piala Oscar untuk beberapa nominasi. Wow! Ini membuktikan bahwa rasis menjadi masalah yang patut disorot dan enggak boleh eksis lagi di muka Bumi ini.

 

1. To Kill a Mockingbird (1962)

Film ini memenangkan tiga penghargaan Academy Award dalam kategori Best Actor, Best Adapted Screenplay, dan Best Art Direction. Berkisah tentang Atticus Finch (Gregory Peck), seorang pengacara kota yang diminta oleh hakim untuk membela Tom Robinson, seorang kulit hitam yang dituduh sebagai pelaku pemerkosaan, lo bakal diajak untuk memandang keadilan dari sudut pandang seorang anak kecil. Mengambil latar tahun ‘30-an, film berdurasi 130 menit ini menunjukkan betapa orang kulit hitam begitu dinomorduakan pada masanya. Bahkan, mereka bisa dengan mudah dianggap bersalah tanpa peradilan.

Film ini menunjukkan realita pada masanya. Tom Robinson akhirnya diputuskan bersalah dan dibunuh dalam perjalanannya ke penjara. Hal ini biasa terjadi mengingat orang kulit putih dianggap superior dan orang kulit hitam yang melakukan kejahatan terhadap orang kulit putih sudah sewajarnya dibunuh. Film ini enggak berusaha menjadi film yang berakhir dengan menjadikan kebaikan sebagai pemenang. Yang bikin film ini keren justru karena menunjukkan realita bahwa rasis adalah masalah besar. Berada di tengah masyarakat yang memandang diri mereka lebih baik dari yang lain bukanlah hal yang mudah untuk diatasi.

 

2. The Great Debaters (2007)

Film ini dibintangi oleh Denzel Washington. Sebagaimana film Denzel Washington lainnya, film ini pun sarat makna. Berkisah tentang tim debat dari kampus orang-orang kulit hitam yang bersaing sama mahasiswa Harvard (yang berkulit putih tentu) dalam lomba debat. Dalam film, pada 1930, orang-orang kulit hitam sebetulnya masih enggak diakui di Amerika. Makanya mereka juga dipandang remeh saat melawan mahasiswa Harvard.

Di film ini digambarkan bahwa penghinaan yang dilakukan oleh orang-orang kulit putih terhadap orang-orang kulit hitam pada masa itu sangat lazim. Hal ini untungnya enggak menyurutkan semangat orang-orang keturunan Afrika-Amerika untuk terus menunjukkan kehebatan mereka. Namun, melihat penghinaan dan hujatan yang banyak diterima oleh orang-orang kulit hitam pada masa itu benar-benar bikin meringis.

 

3. Django Unchained (2012)

Amerika Serikat memang punya sejarah kelam terhadap orang-orang kulit hitam. Perlakuan buruk orang-orang kulit putih terhadap orang-orang kulit hitam sudah jadi rahasia umum. Makanya, sampai sekarang banyak film yang mengisahkan perjuangan orang-orang kulit hitam menghadapi situasi masa itu, masa yang penuh penghinaan. Django Unchained juga mengangkat kisah kelam tahun 1858.

Film garapan Quentin Tarantino ini menyoroti kehidupan Django Freeman (Jamie Foxx), seorang budak yang dijual dan terpisah dari istrinya. Bahkan, saat sudah merdeka dan dipandang setara oleh orang kulit putih, Django tetap mendapatkan perlakuan enggak adil. Di film ini, ada banyak orang kulit hitam yang bekerja untuk tuan tanah yang berkulit putih sebagai budak dan pelayan. Melihatnya pasti bakal bikin lo merasa beruntung enggak pernah diperlakukan kayak begitu.

 

4. 12 Years a Slave (2013)

Pada 2013, dibuat kembali film tentang perbudakan orang-orang keturunan Afrika-Amerika alias orang-orang kulit hitam. Film ini meraih kesuksesan besar dan membawa Steve McQueen menjadi sutradara berkulit hitam pertama yang menerima piala Oscar untuk kategori Best Picture. 12 Years a Slave diangkat dari kisah nyata. Pada 1841, Solomon Northup, seorang violis (pemain biola) yang tinggal di New York, diajak oleh dua orang kulit putih ke Washington, D.C. dengan iming-iming bakal diberikan pekerjaan tetap sebagai musisi begitu sampai di sana. Nyatanya, Solomon malah dijual dan dijadikan budak. Film ini mengisahkan perjuangan Solomon untuk kembali ke keluarganya. Lo bakal lihat betapa sulitnya bagi seorang kulit hitam mendapatkan keadilan di film ini.

***

Menonton empat film di atas bakal membuka pikiran lo dan menjauhkan lo dari sifat rasis. Serius, rasis itu sama sekali enggak manis. Sekali lo berbuat rasis, seumur hidup lo bakal berpikir demikian. Kalau banyak orang yang bersikap rasis, bukannya enggak mungkin bakal terjadi kekerasan, bahkan perang. Makanya, Viki mah mending pilih damai aja, deh. (IG