Epic Life   

Suku Mante, “Hobbit” Asli Indonesia

 
Penulis
Nural
30 March 2017

Baru-baru ini, sebuah video yang diambil oleh para pengendara motocross saat berpetualang di pedalaman hutan Aceh jadi buah bibir di media sosial. Video di YouTube berjudul “HEBOH ! Kaget ada orang telanjang di hutan Aceh” dari akun Fredography yang diunggah 22 Maret 2017 itu nunjukkin kemunculan sosok manusia kerdil yang bikin salah satu pengendara terjatuh. Sosok misterius itu lalu berlari dan menghilang di tengah semak belukar. Dilansir dari beragam media yang memberitakan kejadian ini, diperkirakan, manusia kerdil tersebut adalah Suku Mante. Nah, masalahnya, keberadaan suku ini sudah dinyatakan punah sejak lama. Sambil nunggu perkembangan terkini dari kejadian itu, ada baiknya kita ketahui dulu beberapa fakta tentang Suku Mante ini.

 

1. Asal Muasal

Seperti yang dikutip dari Mediaaceh.co, 22 Maret 2017, Arkeolog Universitas Syiah Kuala, Dr.Husaini Ibrahim, M.A menceritakan asal mula keberadaan Suku Mante di Aceh. Berdasarkan literasi sejarah, Husaini menyebutkan kalau Suku Mante termasuk suku bangsa melayu kuno yang diperkirakan datang ke Aceh sejak 3.000 tahun sebelum masehi.

Berdasarkan pernyataan Husaini, suku ini berasal dari Campha, Kamboja. Sejak dulu, Suku Mante diketahui suka menyendiri di hutan. Awalnya, Suku Mante mendiami hutan di kawasan Aceh Besar daerah Jantho. Kemudian, menyebar ke sejumlah hutan di Aceh, seperti Tangse, Geumpang, Pidie, dan Aceh Tengah. Setelah masuknya Islam, ada sebagian Suku Mante yang memeluk Islam sekitar abad ke-13. Sebagiannya lagi memilih melarikan diri dan enggak mau memeluk agama Islam. Pada saat terjadi Islamisasi di Aceh, mereka yang menolak, memilih buat ngungsi dan mengasingkan diri.

 

2. Arti kata Mante

Dilansir dari Kompas.com, nama Mante pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Snouck Hurgronje dalam bukunya, De Atjehers. Mante adalah istilah untuk tingkah kekanak-kanakan. Snouck mengaku belum pernah bertemu dengan Suku Mante. Sementara itu, dalam kamus Gayo-Belanda karangan Prof Ibrahim Alfian, “Mante” merujuk pada sekelompok masyarakat liar yang tinggal di hutan. Kamus lain, Gayo-Indonesia tulisan antropolog, Nelalatua, “mante” diartikan sebagai kelompok suku terasing.

 

3. Habitat

Dilansir dari Beritagar.id, Harian Kompas pernah menulis artikel berjudul "Ditemukan Lagi, Suku Mante di Daerah Pedalaman Aceh" pada 18 Desember 1987. Artikel itu bercerita tentang seorang pawang hutan bernama Gusnar Effendy yang ngaku ngelihat Suku Mante hidup di daerah pedalaman Lokop, Aceh Timur. Dia juga ngaku pernah bertemu kawanan Suku Mante di Aceh Tengah dan Aceh Tenggara. Mereka tinggal di gua-gua yang tersebar di wilayah tersebut.

Di Kabupaten Pidie, Suku Mante pernah ditemukan di pedalaman Tangse dan Geumpang. Mereka hidup nomaden atau berpindah-pindah selagi ada bahan makanan di. Kalau makanan habis mereka mencari ke daerah sungai, tempat dimana mereka merasa nyaman dan yang pasti berada pada habitat yang jauh dari jangkauan manusia pada umumnya.

 

4. Karakteristik

Menurut Abu Dahlan Tanoh Abe, Suku Mante memiliki tubuh berotot, tinggi di kisaran 60 – 100 cm, kulitnya sawo matang dan kasar, serta berambut panjang. Selain itu, berdasarkan beberapa kesaksian warga yang pernah bertemu langsung dengan Suku Mante ini, mereka cenderung berbulu lebat dan terlihat seperti anak kecil. Wajahnya persegi dengan dahi yang menyempit, kedua alis saling bertemu, dan hidung yang pesek. Dari kriteria tersebut, diperkirakan wujud mereka menyerupai hobbit atau goblin dalam film waralaba Lord of the Ring dan The Hobbit.

 

5. Makanan

Dilansir dari Kumparan.com, mantan Kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Fauzan Azima, ngaku kalau dia pernah ngelihat jejak Suku Mante di Gunung Leuser, Aceh. Jejak tersebut dia lihat pas lagi hidup di hutan, sekitar tahun 2000 – 2005. Menurut pengakuan Fauzan, indra penciuman Suku Mante sangat tajam. Jadi, kalau ada manusia atau sesuatu yang dianggap mencurigakan di dekatnya, dia akan langsung kabur.

Suku Mante hidup bergerombol. Untuk mencari makan, Suku Mante biasanya berburu ikan di sungai. Selain itu, mereka juga memakan buah salak yang banyak tumbuh di hutan Aceh. Kepala Dinas Sosial Aceh, Alhudri, nambahin kalau suku ini suka banget sama garam. Hal ini terbukti dari eksperimen yang dilakukan Dinas Sosial Aceh. Pihak Dinas Sosial Aceh menaruh garam di dalam gua. Setelah beberapa saat, garam tersebut menghilang dan terlihat jejak kaki yang cukup kecil tertinggal di dalam gua.

 

6. Manusia Kerdil di Indonesia

Selain Suku Mante, ada pula suku-suku lain yang memiliki tubuh mini. Sebagian besar dari mereka hidup seperti Suku Mante, bersembunyi bila terlihat orang asing. Akan tetapi, ada juga suku yang relatif lebih ramah dengan masyarakat umum. Mereka bisa hidup berdampingan meski berbeda kebudayaan. Dilansir dari detik.com, di Flores dipercaya masih terdapat makhluk menyerupai manusia yang bertubuh pendek disebut dengan Ebu Gogo. Selain itu ada suku Oni di Bone, Sulawesi Selatan.

***

Suku Mante ini dikenal sangat tertutup dengan manusia modern. Usaha pencarian manusia kerdil di Indonesia mungkin masih dilakukan hingga kini. Di samping itu, beberapa pertanyaan masih mengganjal di benak beberapa orang. Apakah manusia kerdil yang terlihat di hutan Aceh itu adalah Suku Mante? Kasih pendapat lo lewat kolom komentar di bawah ini, ya!