Epic Life   

Siap-siap, Hujan Meteor Lyrid Hiasi Langit Malam Akhir Pekan Ini

 
Penulis
Nural
21 April 2017

Sejak hujan meteor Quadrantid yang menghujani Bumi pada 3 Januari 2017 lalu, kini dimulai kembali musim pengamatan hujan meteor Lyrid. Tau kan hujan meteor? Yang animasinya sering muncul di opening film Meteor Garden jaman dulu. Nah, hujan meteor merupakan peristiwa alam ketika serpihan benda luar angkasa memasuki atmosfer Bumi dan terbakar dan terlihat bersinar, atau dikenal dengan sebutan bintang jatuh.

Peristiwa ini enggak bahaya kok, jangan dipikir kalau hujan meteor ini layaknya hujan es. Tenang aja, meteor-meteor yang menghujani Bumi ini maksimal hanya sebesar batu bata. Dengan begitu, akan habis terbakar di atmosfer duluan sebelum sampai permukaan Bumi.

Dilansir dari LangitSelatan, hujan meteor Lyrid ini merupakan hujan meteor tahunan yang sudah mulai beratraksi di langit malam sejak tanggal 16 April 2017 dan berakhir tanggal 25 April 2017. Sedangkan akan mencapai puncaknya pada 21-23 April 2017. Jika langit cerah, akan jadi malam puncak bagi atraksi lintasan-lintasan bintang jatuh yang tampak datang dari rasi Lyra, rasi bintang yang berbentuk alat musik petik.

Hujan meteor Lyrid ini berasal dari serpihan puing komet Thatcher, sebuah komet yang mengorbit Matahari setiap 415 tahun sekali. Hujan meteor Lyrid bisa berlangsung cukup intens dengan laju rata-rata 18 – 23 meteor per jam selama 3 hari. Enggak perlu alat bantu seperti teropong untuk melihatnya kok!

Beruntungnya, hujan meteor ini bisa dinikmati di Indonesia. Waktu terbaik untuk menikmati Hujan Meteor Lyrid adalah tengah malam sampai jelang fajar. Meskipun demikian rasi Lyra yang menjadi arah datang hujan meteor Lyrid akan terbit pukul 22:00 WIB. Di Indonesia, rasi Lyra bisa dilihat di area timur laut.

Hujan meteor Lyrid dapat dinikmati pengamat di Indonesia. Dilansir dari NatGeo, keuntungan lain yang bisa dilihat yaitu cahaya Bulan sabit tipis yang terbit tengah malam enggak bakal ganggu kenikmatan lo saaat melihat hujan meteor. Hujan meteor Lyrid kali ini kemungkinan menghasilkan fireballs atau meteor yang sangat terang seperti Bulan Purnama.

Selain hujan meteor Lyrid, kehadiran planet Venus, Mars, Jupiter dan Saturnus tentu menjadikan langit makin indah. Planet merah Mars akan nemenin lo di langit barat saat senja. Masih diwaktu senja, pada langit timur, planet terbesar di tata Surya, Jupiter juga muncul dan akan nemenin lo sampai fajar. Selain itu, planet Saturnus juga akan menghiasi malam hampir beriringan dengan munculnya rasi Lyra di langit malam. Jelang dini hari, Bulan sabit tipis terbit disusul Venus si bintang kejora. So, save the date ya!