Epic Life   

Cinta Sejati Pasangan Mungil

 
Author
Grace Pranata
24 November 2016

Dianugerahi tubuh mungil dari Sang Pencipta, Paulo Gabriel da Silva Barros (90,28 cm) bertemu pujaan hatinya bernama Katyucia Lie Hoshino (91,13 cm). Pasangan berbahagia ini berjumpa melalui media sosial. Jatuh cinta pada pandangan pertama, itulah yang dirasakan Paulo terhadap Katyucia ketika ia pertama kali bercakap-cakap melalui MSN Messenger pada 2006 silam. Pada masa PDKT, langkah Paulo pun sempat menghadapi rintangan. Akun MSN messenger milik Paulo sempat di blokir oleh Katyucia, karena Paulo dianggap sebagai cowok membosankan yang cuma mau menggodanya. Akan tetapi, Paulo berdalih kalau sebenarnya ia enggak bermaksud menggoda, tetapi mau menjadi lawan bicara yang baik.

Pasangan asal Brazil ini memulai kembali kisah cintanya ketika Katyucia yakin untuk membuka kembali akses blokir pada akun MSN messenger Paulo 18 bulan setelahnya. Duh mungkin namanya jodoh ya, Katyucia nyesel deh sempat memblokir Paulo. Selanjutnya mereka berhubungan melalui percakapan daring selama beberapa tahun sampai akhirnya mereka bertatap muka pada 20 Desember 2008 dan memulai hubungan kasih pada 29 Desember 2008.

Selama empat tahun, mereka memilih jalur hubungan jarak jauh karena beda kota tempat tinggal dan bertemu satu dengan yang lain setiap beberapa bulan sekali. Enggak gampang buat setiap pasangan menjalani yang namanya long distance relationship, ditambah kondisi keduanya yang enggak sama dengan kebanyakan orang. Paulo yang sejak lahir memiliki kondisi genetik yang langka yaitu diastrophic displasia dwarfisme dan Katyucia memiliki achondroplasia dwarfisme, suatu kondisi yang memengaruhi pertumbuhan tulang sehingga menyebabkan keduanya bertubuh mungil. Akan tetapi, semangat dari keduanya untuk menjalin cinta bikin mereka mensyukuri nikmat yang ada.

Pada Januari 2012, Katyucia pindah dari kota tempat tinggalnya di Londrina ke tempat tinggal Paulo di Itapeva. Dalam kesehariannya, Paulo adalah seorang pegawai pemerintahan dan Katyucia bekerja di salon pribadi miliknya. Mereka selalu menjadi perhatian orang di tempat umum karena ukuran tubuh mereka yang mungil. Kegiatan seperti mengambil uang di atam, memilih troli ketika belanja, bahkan saat mencuci tangan di wastafel terkadang menyulitkan keduanya karena ukuran alat tersebut tidak didisain untuk orang seperti mereka. Ketika sedang menghabiskan waktu berkualitas bersama pasangan sekadar jalan-jalan berdua, agak sulit bagi Paulo dan Katyucia untuk tidak menjadi sorotan orang. Yup, mereka selalu menerima tatapan dengan ekspresi aneh dari warga dan terkadang mereka berbisik-bisik sambil menatap Paulo dan Katyucia.

Keduanya menyadari bahwa kebersamaan mereka di tempat umum memang lebih banyak menarik perhatian, tetapi dengan melaluinnya secara bersama justru menambah kekuatan yang besar dalam menangani hal tersebut. Pada awal Agustus silam, Paulo melamar Katyucia di restoran sushi dihadapan teman-temannya. Hal unik terjadi ketika peristiwa sakral ini dilakukan, karena Katyucia menganggap Paulo hanya bercanda melamarnya dan memastikan kalau jidat Paulo terkena demam atau tidak. Tetapi melihat kesungguhan kalimat yang dilontarkan Paulo, akhirnya tawaran menikah pun dijawab iya oleh Katyucia. Momen bahagia nan haru melebur di atas meja mereka ketika melakukan tos gelas bersama sampai ada salah satu kawan yang meneteskan air mata.

Janji suci mereka untuk menjalin hubungan sehidup semati di pernikahan pun dilaksanakan. Kebahagiaan mereka terpancar dari guratan senyum di wajah mereka dan orang tua pada hari pernikahan. Seperti berita yang dilansir pada 17 November 2016 oleh website www.guinnessworldrecords.com, mereka dinobatkan sebagai pasangan terkecil didunia yang memiliki tinggi 181.41cm jika tinggi keduanya digabungkan.

Pada perayaan Guinness World Records Day tahun 2016, pasangan terpendek di dunia ini terbang ke London, Inggris untuk mengunjungi The London HQ of Guinness World Records. Katyucia mengatakan bahwa mereka sangat senang menjadi bagian dari Guinness World Records Day dan memiliki catatan unik yang bisa mereka rayakan. Pasangan ini berharap, rekor baru mereka akan mendorong dunia untuk melihat masa lalu perbedaan fisik pada orang lain dan memahami bahwa semua orang harus diperlakukan sama. Katyucia menambahkan bahwa ia dan suaminya mungkin pendek tetapi mereka harus memiliki hati besar dan cinta yang banyak untuk satu sama lain serta untuk semua orang dalam hidup mereka. Hidup yang dijalani pasangan ini bukan tanpa tantangan, tetapi keduanya sangat senang dapat mengatasi tantangan hidup mereka bersama-sama.

Sumber : http://www.guinnessworldrecords.com/news/2016/11/say-hello-to-paulo-and-katyucia-the-worlds-smallest-married-couple-video-451423