Chillax  Epic Life   

Candaan Garing ala Grup Daring

 
Author
Intan Kirana
04 April 2017

Fitur grup di aplikasi percakapan daring (dalam jaringan) enggak cuma memudahkan kita dalam berkoordinasi tentang pekerjaan atau bertukar kabar sama kolega. Fitur tersebut juga bisa menjadi media buat penyegaran otak dan sarana buat mengakrabkan diri sama orang lain. Salah satu cara yang sering dilakuin buat pemecah suasana adalah lewat gurauan.

Setiap orang yang punya aplikasi percakapan pasti pernah membaca gurauan-gurauan dalam bentuk tulisan panjang. Umumnya, gurauan tersebut terlihat layaknya informasi penting yang harus kita baca. Banyak yang lucu dan beda, tetapi ada juga yang sudah keseringan sampai KZL bacanya. Nah, di antara berbagai gurauan yang melanglang buana di grup percakapan daring, inilah gurauan yang paling sering dibagikan.

1. Salah Kirim Slip Gaji. Jangan dibuka!

Sampai bulan keempat di tahun 2017 ini, gurauan yang paling sering muncul di aplikasi percakapan (terutama Whatsapp) adalah gurauan soal slip gaji yang salah kirim. Seiring dengan perkembangan zaman, slip gaji seringkali dikirimkan via surel oleh perusahaan ataupun dipindai oleh para penerima gaji sebagai persyaratan perbankan.

Gurauan ini diawali dengan pengiriman sebuah dokumen berformat PDF yang biasanya dikasih keterangan kayak "April Pay Slip”. Dokumen tersebut disertai kata kunci buat ngebukanya. Setelah itu, pengirim akan berlagak panik karena salah kirim dan berharap anggota grup enggak ada yang membukanya. Karena manusia pada kepo, permintaan sang pengirim pun diabaikan. Anggota lain kemungkinan besar bakal ngebuka dokumen tersebut. Mereka penasaran sama pendapatan si pengirim. Setelah dibuka, bukan angka-angka yang bakal ditemukan, tetapi malah gambar monyet.

Pada awal kemunculannya, gurauan ini sering dikira sebagai sesuatu yang serius. Enggak jarang beberapa anggota grup nan bijak menyarankan admin untuk menghapus slip gaji itu dari grup. Belakangan, gurauan ini enggak ampuh lagi karena sudah terlalu sering beredar di grup-grup.

2. Ijin Leave Grup Karena Kasus Hukum

Gurauan ini cukup panjang dan harus dibaca dari awal sampai akhir. Diawali permintaan maaf, gurauan ini memanfaatkan hukum sebagai alasan. Karena sedang tersangkut kasus hukum, diapun enggak mau ambil risiko dan takut ngelibatin anggota grup kalau enggak keluar.

Awalnya, kita bakal mengira kalau rekan kita benar-benar terlibat kasus hukum. Mungkin penipuan, money game, atau malah berantem di restoran. Setelah dibaca, anggota pun langsung KZL karena ternyata ada nama Ridho Rhoma di bagian akhir percakapan. Yap, gurauan ini mulai hadir menyemarakkan grup seusai kabar penggunaan narkoba oleh anak Raja Dangdut beredar luas di berbagai media.

3. Larangan Memakai Transportasi Daring

Selain kasus Ridho Rhoma, keributan antartransportasi konvensional dan transportasi daring juga menjadi hal yang lagi hangat-hangatnya dibahas di berbagai media. Dikabarkan, oknum-oknum transportasi konvensional merasa bahwa transportasi daring melanggar UU dan membuat pendapatan mereka berkurang. Untuk itu, banyak keributan yang terjadi antara keduanya, mulai kasus di Tangerang sampai kasus yang ada di Bandung.

Sebagai instansi yang berwenang, Kementerian Perhubungan pun bertindak. Dibuat sedemikian rupa supaya mirip pernyataan resmi dari pemerintah, pesan dikirim lewat broadcast message. Pesan tersebut berisi tentang peraturan baru dari Kemenhub/Dishub terkait pelarangan transportasi daring mulai 1 April 2017. Dalam peraturan palsu tersebut, diberitahukan kalau transportasi daring dilarang melintas di kawasan Kebun Jeruk, Kebun Nanas, Kebun Sirih, Kebun Jahe, dan Kebun Pala.

Saat pertama kali membaca, orang-orang pasti akan KZL karena daerah-daerah tersebut adalah daerah lalu lintas padat di Jakarta dan pasti agak susah kalau alat transportasi favorit mereka enggak dizinkan melintas. Setelah dibaca sampai selesai, ternyata, kebun-kebun yang dimaksud bukanlah nama daerah. Nama-nama tersebut adalah jenis kebun secara harfiah. Lantas, kenapa transportasi daring enggak boleh lewat sana? Pasalnya, kalau kendaraan memaksa buat melintas di kebun, sudah pasti kebun yang belum tau milik siapa itu bisa rusak. Hmmm...

4. Larangan Punya Bayi di Usia Tua

Sejak kapan manusia dilarang memiliki bayi cuma karena faktor usia? Fakta medis yang satu ini sudah melanggar HAM! (Jadi, serius). Pernyataan ini juga ngelanggar kodrat Yang Maha Kuasa! Soalnya, enggak semua orang bisa punya keturunan pas baru nikah. Ada kok yang sudah menikah berpuluh-puluh tahun, tetapi baru dikarunian anak setelah usia menginjak kepala lima.

Paling enggah, begitulah yang dipikirkan oleh banyak orang saat membaca broadcast message di atas. Kehamilan di usia tua memang lebih berisiko, tetapi kita enggak boleh melarang orang untuk punya anak. Nah, fakta medis yang satu ini pastinya dianggap menyudutkan mereka yang tak kunjung dikaruniai momongan. Kita pun akhirnya pengen ngedamprat ahli medis yang menyebarkan pesan ini.

Dan setelah baca sampai bawah, ternyata pesan ini bukanlah artikel medis serius, melainkan gurauan lucu tentang Nenek yang hamil dan lupa di mana menaruh bayi karena dia sudah pikun. Gurauan ini dianggap garing, tapi tetep aja ada anggota yang memberikan ikon tertawa guna menghargai mereka yang sudah susah payah berusaha menyenangkan hati para anggota dengan candaan garing.

5. Binatang yang Diakui UNESCO

Dari sekian banyak gurauan yang lagi beredar di grup percakapan, mungkin gurauan inilah yang paling sering dibagikan. Alih-alih bikin ketawa, gurauan ini justru bikin orang mengerutkan dahi. Gurauan tentang binatang dari Indonesia yang dinobatkan sebagai keajaiban dunia oleh UNESCO ini tentu, pada awalnya, bikin bangga. Kearifan lokal yang diakui dunia adalah salah satu pemicu para nasionalis buat ngebanggain negara tercinta. Akan tetapi, semua kebanggaan berubah jadi kekesalan seketika. Rasanya jadi mau gigit pinggiran sofa pas tahu kalau kedua binatang yang dimaksud adalah belalang dan kupu-kupu. Kedua binatang itu dianggap unik oleh UNESCO karena “kalau siang makan nasi kalau malam minum susu”. Hmmm... meski garing, sejujurnya, Viki jadi bersenandung gara-gara baca gurauan tersebut.

***

Gurauan-gurauan di atas memang punya tingkat kejayusan setara kripik dengan kepedasan level tertinggi. Akan tetapi, kalau dipikir-pikir lagi, sebenarnya kita selalu mau tertawa tiap kali menerima pesan semacam itu di grup percakapan. Ya, meskipun garing, tawa kecil dipastikan tetap terlihat di bibir semua orang yang baca.