Epic Life   

Bule Juga Manusia yang Tak Luput dari Dosa!

 
Author
Intan Kirana
12 January 2017

Di Indonesia, bule alias orang Kaukasia memang memiliki konotasi yang positif. Bule selalu dianggap sebagai spesies yang lebih tinggi kastanya ketimbang orang Indonesia, tajir, dan cakep. Makanya enggak heran kalau banyak model yang bule atau blasteran bule. Selain karena gen mereka identik dengan postur badan yang lebih tinggi, stereotip kecantikan dan ketampanan di Indonesia juga mengikuti stereotip di negara seperti Perancis atau Amerika: putih dan berhidung mancung. Hal ini memang enggak bisa dilepaskan dari penjajahan Belanda atas Indonesia yang berlangsung cukup lama.

Sayangnya, enggak semua bule berperilaku positif, loh, di Indonesia. Ada juga bule-bule yang bikin malu negaranya di Indonesia dan berperilaku negatif. Nah, apa aja hal memalukan yang dilakukan para bule ini di Indonesia? Simak deh ceritanya satu persatu.

 

1. Bule Tikam Polisi

Perancis terkenal sebagai negara yang punya budaya tinggi dan berkelas, tetapi enggak dengan bule asal Perancis bernama Amokrane Saber. Bule berusia 49 tahun ini melakukan kejahatan super serius dengan menikam seorang polisi berulang kali hingga tewas.

Saber, yang notabene petarung MMA (Mixed Martial Arts), nekat menikam polisi bernama Brigadir AA Putu Sudiarta saat dia hendak diamankan terkait pelanggaran izin tinggal di Badung, Bali. Awalnya, pengamanan berjalan lancar. Polisi mencoba mendiskusikan masalah izin tinggal ini dengan membawa seorang penerjemah. Tanpa alasan yang jelas, Saber tiba-tiba marah dan mengambil pisau. Karena kemarahannya enggak bisa dikontrol serta berbahaya, polisi pun terpaksa melumpuhkan dia dengan timah panas, dan berakhirlah hidup Saber saat itu.

Sebuah pelajaran bisa kita petik dari kejadian ini adalah patuhi peraturan yang ada. Dan kalau memang ada salah persepsi, lo bisa omongin baik-baik dan bukannya ngamuk-ngamuk enggak karuan, bahkan sampai membahayakan nyawa orang lain. Jangan mentang-mentang jagoan terus lo merasa bisa mengatur hidup orang lain.

 

2. Bule dan Narkoba

Dua Warga Negara Australia ditangkap saat sedang mengomsumsi Hashish atau ekstrak ganja pada Oktober 2016 lalu. Ganja mungkin enggak dilarang di beberapa negara, tetapi kalau di Indonesia, jelas dilarang karena banyak orang yang enggak bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya setelah menghisap barang tersebut.

Mereka beralasan kalau hal ini terpaksa dilakukan sebagai bentuk terapi kanker. Karena pemakaian ganja dilarang, mereka pun diamankan sama petugas berwajib. Apapun alasan yang mereka berikan. Mirisnya, ada kabar yang beredar kalau yang menawarkan barang haram tersebut adalah oknum dari Indonesia.

 

3. Bule Ngemis

Enggak semua bule itu kaya! Ada bule asal Jerman yang diamankan satpol PP karena mengemis dan menggelandang di Balai Kota Surabaya. Waduh, kenapa ya?

Usut punya usut, ternyata saat di Bali, bule bernama Benjamin Holst ini kehilangan uang 8 juta. Akhirnya dia terpaksa mengemis untuk mengembalikan uangnya. Menurut pengakuannya, mengemis terpaksa dilakukan bukan untuk beli tiket pulang, tetapi untuk bertahan hidup selama di Indonesia. Sedangkan perihal uang dan tiket pulang ke Jerman, dia mengaku sudah memilikinya.

Nah, kalau lo lagi di luar negeri dan lo kehilangan uang, udah deh enggak usah aneh-aneh. Mendingan lo segera hubungi Kedutaan Besar Republik Indonesia setempat, dan mereka pun pasti akan dengan senang hati membantu lo. Jangankan ngemis, ngelanggar peraturan kecil di negeri orang aja bisa bikin lo ditindak, loh!

 

4. Bule Nyolong

Ya, sekali lagi, enggak semua bule itu kaya. Dan enggak semua cewek bule itu kece dan high-maintenance. Buktinya, dua bule asal Australia ini belum lama diarak keliling Gili Trawangan karena kedapatan mencolong sepeda. Iya, sepeda.

Sambil berjalan, mereka pun dikalungi karton dan rafia bertuliskan "I AM THIEVE. DON'T DO WHAT I DID..!!" di bawah terik matahari. “Hukuman” ini sebenarnya sudah lama ada di Gili, untuk meminimalisir kejahatan, karena orang kalau sudah dipermalukan seperti itu pasti malas mengulang kesalahannya. Makanya enggak heran kalau tingkat kejahatan di sana tuh enggak terlalu tinggi.

Oh ya, warga setempat mengaku kalau ini bukan pertama kalinya sih bagi mereka melihat bule nyolong. Ada juga sebelumnya bule-bule yang mencuri uang atau ponsel, karena mabuk atau kehabisan uang.

***

Terbukti, kan? Enggak semua bule tuh lebih berpendidikan daripada Orang Indonesia. Yang namanya manusia, kalau jahat mah jahat aja. Kalau baik, ya baik aja, enggak peduli rasnya apa dan berasal dari suku mana. Jadi, sebagai Orang Indonesia kita harus tetap bangga dan enggak boleh jadi inferior. Selain itu, hal ini juga membuktikan kalau ramah itu jangan cuma ke bule aja, ke sesama bangsa juga. Setuju?