Epic Life   

Buku-buku Kontroversial dan Pesan Tersirat di Dalamnya

 
Penulis
Redaksi Viral
01 June 2017

Bukan hanya kumpulan dari lembaran-lembaran kertas, buku adalah jendela menuju ilmu pengetahuan. Namun, bagaimana jadinya kalau ada buku-buku yang dianggap membahayakan, bahkan dicap sebagai buku terlarang? Novel seri petualangan Harry Potter sempat menuai kritik karena dinilai ngajarin anak-anak soal ilmu sihir yang negatif. Nah, ternyata ada banyak buku lainnya yang nasibnya lebih parah, kayak buku-buku di bawah ini.

 

1. The Adventures of Huckleberry Finn (1885)

Dengan latar belakang kehidupan masyarakat di Missouri, Amerika, pada awal era 1860-an, novel karangan penulis ternama, Mark Twain, ini sempat dilarang beredar. Novel ini mengangkat kehidupan perbudakan yang sempat terjadi di Amerika pada era kolonial melalui petualangan dua bocah remaja, Huck dan Jim, sebagai tokoh utama.

Pro dan kontra pun berdatangan. Banyak yang mengatakan karya ini terlalu vulgar, kasar, dan mengajarkan paham rasisme. Di sisi lain, banyak yang mendukung peredaran novel ini karena menjadi potret kejujuran atas dosa-dosa masa lalu yang pernah dialami Amerika. Saking hebohnya, pemerintah Amerika sempat bikin sidang berkali-kali buat nentuin nasib peredaran buku ini, loh.

 

2. Animal Farm (1945)

Kalau ada novel yang ngangkat binatang kayak babi, kuda, dan ayam sebagai karakternya, mungkin lo ngira novel itu cocok buat jadi pengantar tidur. Salah besar. Yang satu ini adalah novel alegori (cerita kiasan) dengan tema yang krusial banget, yakni kekuasaan. Animal Farm ngisahin pemberontakan para binatang terhadap pemilik kandang yang selama ini mengeksploitasi hasil ternak mereka. Dipimpin dua babi cerdas, Napoleon dan Snowball, pemberontakan itu berhasil mengantarkan mereka merdeka. Cerita pun berlanjut mengenai perebutan kekuasaan yang terjadi di antara sesama binatang itu sendiri.

Yang bikin novel ini sempat ditentang habis-habisan adalah pernyataan George Orwell, sang penulis. Dia nyatain kalau Animal Farm adalah bentuk kritik terhadap tiran komunis yang merajalela di Uni Soviet saat itu. Negara lain pun turut mencekal buku ini karena ditakutin bisa memicu pemberontakan. Kalau lo penasaran, enggak usah khawatir. Peredaran buku ini udah dibolehin sama banyak negara, termasuk Indonesia, karena dianggap sebagai sebuah kritik sosial yang baik.

 

3. Lolita (1955)

Lolita berkisah tentang Humbert, seorang penulis dan profesor sastra yang mulai terobsesi dengan gadis berumur 9—14 tahun karena gebetannya di masa kecil meninggal dunia. Dia pun ngerasa nemuin sosok cinta masa kecilnya tersebut dalam diri Dolores yang kemudian diangkat jadi anak tirinya. Cerita di novel ini pun bergulir mengenai hasrat seksual sekaligus perasaan cinta yang muncul dalam diri Humbert setiap berada di dekat Dolores. Berbagai intrik dia lakuin buat menuhin keinginannya.

Meski sekarang Lolita sudah bisa kita baca secara bebas, awal kehadirannya enggak semulus yang kita kira. Berbagai negara, seperti Perancis, Inggris, dan Argentina, sempat mencekal buku ini karena pembahasan pedofilia dan inses yang diangkat. Enggak cuma itu, buku ini juga dituduh sebagai pemicu banyaknya kasus pedofilia yang sempat marak saat itu. Terlepas dari kontroversi tersebut, kini karya Vladimir Nabokov tersebut dianggap sebagai salah satu karya sastra terbaik di Dunia. Bahkan, udah banyak pementasan drama dan juga film yang diadaptasi dari Lolita.

 

4. The Catcher in the Rye (1951)

Sang karakter utama, Holden Caulfield merupakan remaja yang muak dengan kehidupan di sekitarnya. Dia benci benci banget sama orang-orang dewasa yang mengelilinginya. Menurutnya, mereka (para orang dewasa) adalah manusia yang munafik dan penuh kepalsuan. Selaku penulis, J.D. Salinger ngegambarin kemarahan dan pemberontakan khas anak muda dengan sangat baik lewat tokoh Holden tersebut. Berbagai hal yang sangat relevan dari keseharian seorang remaja yang ingin mencoba mengasingkan diri—kabur dari rumah, seruan kasar, eksplorasi alkohol, dan lain-lain—diungkapin dengan gamblang di sini.

Lantas, apa yang bikin The Catcher in the Rye sempat dilarang keras? Novel ini dipercaya bisa mendorong munculnya sisi jahat dari diri kita akibat kisah kelam yang digambarin di dalamnya. Hal ini terutama dipicu sejak kasus penembakan musisi John Lennon oleh tersangka Mark David Chapman. Saat itu, Chapman membawa-bawa buku ini dalam pegangannya. Dilansir dari The New York Times, Chapman nyatain kalau buku tersebutlah yang jadi alasan utama kenapa dia ngerasa perlu ngelakuin penembakan tersebut.

 

5. The Satanic Verses (1988)

Novel bergenre realisme magis ini ngangkat tiga plot cerita dengan berbagai karakter yang berbeda. Ada dua orang manusia yang mengalami transformasi ajaib, yakni malaikat dan setan, cerita kecelakaan pesawat, hingga cerita tentang gadis petani yang ngaku dapat wahyu dari malaikat.

Karya Salman Rushdie ini banyak dihujat karena dianggap menistakan agama Islam lewat banyaknya kesamaan cerita dengan beberapa episode kehidupan Nabi Muhammad kayak yang tertulis pada Alquran. Venezuela sempat nerapin hukuman 15 bulan penjara bagi mereka yang diketahui membaca buku ini.

Terbunuhnya penerjemah novel ini di Jepang diyakini sebagai bentuk kebencian mereka akan hadirnya The Satanic Verses. Sebagai penulis, Salman Rushdie pun udah ngalamin berbagai percobaan pembunuhan, hukuman penjara, sampai pengasingan sepanjang hidupnya. Sang penulis bahkan sempat bersembunyi bertahun-tahun setelah Ayatollah Khomeini, seorang pemimpin agama dan politik di Iran, ngeluarin perintah buat membunuhnya.

***

Meski awalnya sempat dicekal habis-habisan, beberapa buku di atas kini udah bisa kita baca secara bebas. Sebagai catatan, sebuah gagasan itu umumnya muncul dari pengalaman nyata. Artinya, dibalik sebuah kisah fiktif, pasti ada pengaruh pengalaman penulis di dunia nyata. Nah, dari kelima buku kontroversial tersebut, apa yang paling bikin lo penasaran buat dibaca?