Epic Life  What's On   

Asgardia, Negara Antariksa Pertama yang Segera Diluncurkan

 
Penulis
Nural
15 June 2017

Sepertinya, saking berkembangnya ilmu pengetahuan, para ilmuwan semakin mengeksplor antariksa. Salah satunya, seorang pria asal Rusia bernama Igor Ashurbeyli nawarin proposal yang unik pada Oktober 2016 lalu. Ashurbeyli mengklaim dirinya tengah memimpin sebuah tim yang lagi nyiapin sebuah negara baru bernama Asgardia. Nama Asgardia diambil dari Asgard, kota dalam mitologi Norwegia yang terletak di angkasa dan dihuni para dewa.

Igor Ashurbeyli nampaknya serius akan proyeknya. Dilansir dari CNET, dalam konferensi persnya, Ashurbeyli ngumumin bahwa tahun ini Asgardia bakal segera ngeluncurin satelit pertamanya, Asgardia-1, ke luar angkasa.

Satelit diluncurin oleh perusahaan NanoRacks pada September 2017 di belahan utara Bumi. Sedangkan, satelit kedua mereka dijadwalin meluncur pada 2018. Kabarnya, satelit tersebut bakal membawa informasi mengenai konstitusi, bendera, dan data diri 1,5 juta warga negara antariksa tersebut.

Kepala negara Asgardia bilang bahwa satelit Asgardia-1 akan mengawali era baru antariksa. Sebagai awalan, satelit tersebut bakal membawa warga negaranya ke luar angkasa dalam bentuk virtual. Sebagai percobaan, tim Asgardia juga menciptakan sebuah jaringan satelit yang akan ngebantu melindungi planet tersebut dari asteroid, badai matahari, sampah antariksa buatan manusia, dan ancaman lain dari luar angkasa.

Kira-kira, negaranya terletak di atas apa, ya? Planet lain, ‘kan, enggak mungkin. Soalnya, sampai saat ini, NASA aja masih meneliti. Nyatanya, negara baru tersebut enggak akan ngambil lahan di Bumi atau di planet lain. Asgardia bakal berdaulat di luar angkasa dengan wilayah berupa wahana antariksa. Wow!

Proyek ini memang bisa dibilang enggak masuk akal. Namun, keinginan Ashurbeyli juga enggak bisa disalahin. Dilansir dari The Guardian, para penghuni awal negara antariksa tersebut masih akan memegang kewarganegaraan masing-masing. Namun, pada saat yang sama, mereka juga menjadi warga Asgardia.

“Ketika jumlah pelamar sudah lebih dari 100.000, kami bisa secara resmi ngajuin diri buat jadi sebuah negara kepada PBB,” ujar Ashurbeyli.

Bangsa Asgardia dibentuk buat ngelayanin tugas-tugas kemanusiaan dan perdamaian di ruang angkasa. Ashurbeyli berharap 2% dari populasi umur produktif dan kreatif di Bumi (sekitar 150 juta) bisa bergabung jadi warga Asgardia. Sedangkan, dari situs Asgardia, pendirian negara ini punya tujuan penting dari aspek saintifik dan teknologi, yakni menjamin penggunaan antariksa secara damai.

Bisa dibilang, ini adalah hal utopis dan enggak banyak dianggap serius. Apalagi, biaya yang dibutuhin enggak sedikit. Buat perbandingan, Stasiun Antariksa Internasional (ISS) dibangun oleh 18 negara dengan dana 100 miliar dolar. Namun, Ashurbeyli serius. Pasalnya, dia memiliki lebih dari 10.000 karyawan di 30 perusahaan di seluruh dunia itu sebagai tim Asgardia.

Kabarnya, usai pengumuman para Asgardian, situs pendaftaran dibanjiri 500.000 pemohon. Namun, kebanyakan adalah mereka yang hanya bergurau dan meledek ambisi tersebut. Lalu, Asgardia mengulang proses pendaftarannya dengan memasang protokol yang lebih ketat.

Dilansir dari New Atlas, saat ini udah terkumpul 200.000 pendaftar dari berbagai negara.

Menariknya, para pelamar enggak dikenakan biaya sepeser pun buat ngajuan aplikasi kewarganegaraan atau pun pembangunan satelit pertama.

Selain satelit, Asgardia juga ngumumin bahwa rancangan konstitusi negara tersebut udah selesai dibuat. 18 Juni 2017, para warga yang udah terdaftar bakal melakukan pemilihan buat mutusin akan menyetujui rancangan UUD tersebut atau enggak. Pada tanggal yang sama, mereka akan memilih bendera, lambang, dan lagu nasional yang akan digunain sebagai identitas negara Asgardia.

Sebenarnya, bisa enggak, sih, seseorang membentuk negara baru di luar angkasa?

Ashurbeyli—yang juga pendiri Pusat Penelitian Internasional Aerospace (AIRC) di Rusia dan ketua komite ilmu pengetahuan ruang angkasa UNESCO—menjelaskan bahwa Asgardia adalah negara yang sepenuhnya matang dan independen. Pada masa mendatang, Asgardia juga bakal jadi anggota PBB.

Menurut undang-undang antariksa internasional saat ini, negara yang ngeluncurin objek ke luar angkasa memiliki tanggung jawab penuh terhadap segala hal yang berkaitan dengannya, seperti kerusakan yang berdampak pada penghuni Bumi. Christopher Newman, ahli hukum antariksa dari University of Sunderland, Inggris, bilang, masih belum jelas apakah Asgardia bakal masuk regulasi internasional yang berlaku saat ini.

Menurut lo bagaimana? Tertarik jadi Asgardian?