Chillax  Epic Life   

5 Hal yang Bikin THR Cepat Habis

 
Author
Intan Kirana
18 June 2017

Tunjangan Hari Raya alias THR adalah sebuah berkah yang enggak akan mampu ditolak oleh manusia mana pun. Bayangin aja, kita cuma sebulan kerja, tapi dapat gaji dua bulan dalam waktu yang berdekatan. Enak banget, ‘kan?

Mungkin memang sifat dasar manusia aja, ya, enggak bisa dikasih senang sedikit? Padahal, THR bisa dimasukin ke tabungan. Namun, alih-alih ditabung, banyak orang yang malah kegoda buat menghabiskan THR. Hmm, apa aja, sih, godaan yang bikin THR lo cepat habis? Nah, ayo, renungin bareng Viki.

1. Diskon Besar-besaran

Hati-hati, guys! Menjelang Lebaran, banyak sale yang digelar. Kiri-kanan-depan-belakang lo bakal dihiasi dengan kata-kata semacam “sale” atau “diskon” dengan angka yang menggoda. Mulai dari keperluan sandang, pangan, hingga kebutuhan tersier macam gadget yang dikasih label ini mendadak jadi terlihat menarik.

Coba, deh, sebelum betul-betul ngeborong barang-barang diskonan, lo bikin pernyataan dalam hati: yakin lo butuh? Terus, jangan lihat angka diskonnya. Lo harus tanya harga setelah didiskon. Kalau masih jauh dari jangkauan, enggak usah maksain diri. Tahan diri aja, ya. Jangan kira lo ngerasa beruntung akibat diskon-diskon. Padahal, mah, penjualnya yang lebih beruntung.

2. Promo Toko Daring

Berbagai toko daring enggak mau kalah narik pembeli. Mulai dari toko milik individu hingga yang berskala besar, semua nawarin bermacam-macam promo. Ada yang berupa potongan harga langsung, ada juga toko daring yang ngasih voucher buat orang-orang beruntung.

Godaan ini susah banget buat ditolak. Tinggal klik, dapat potongan harga gede, barang diantar. Siapa yang enggak tergoda? Padahal, ini strategi para pemilik toko aja biar dagangan mereka ludes. Ya, enggak apa-apa, sih, kalau mau belanja. Namun, lo harus ingat untuk tetap bijak.

3. Buka Puasa di Tempat Mahal

Puasa tinggal beberapa hari lagi. Dengan duit THR yang lumayan bikin kantong tebal, lo mau maksimalin puasa tahun ini dengan buka di tempat-tempat mahal. Akhirnya, di sisa-sisa hari bulan Ramadan, lo malah hampir enggak buka puasa di rumah.

Terlena dengan jumlah duit di dompet dan ATM, lo jadi enggak pilih-pilih. Pesan banyak makanan—lengkap dari appetizer, main course, sampai dessert—tapi lupa sama kapasitas lambung. Ujung-ujungnya, hidangan kambing guling yang seharian lo idam-idamkan jadi enggak kemakan. Dan, jreng, kemiskinan udah datang melanda padahal takbiran aja belum.

4. Anggapan "Lebaran = Baju Baru"

Memang, sih, Idul Fitri berarti kita “dilahirin kembali” dengan hati yang baru. Namun, enggak berarti kita mesti punya baju baru, dong? Ingat aja pesan Dea Ananda di lagu “Baju Baru” yang pasti familiar buat generasi 1990-an.

Baju baru alhamdulillah/Tuk dipakai di hari raya/Tak punya pun tak apa-apa/Masih ada baju yang lama

Nah, jadi enggak usah ngotot harus punya baju baru. Percuma, dong, udah nahan nafsu makan dan minum selama sebulan, tapi enggak bisa nahan nafsu beli baju baru? Mendingan lo cari-cari referensi buat bikin gaya baru dengan baju-baju lama. Berkreasi lewat padu-padan lebih kece, loh.

Mereka yang awalnya cuma mau beli baju koko buat salat Id, pada akhirnya, kegoda juga beli sepatu baru, tas baru, hingga parfum baru. Habislah duit THR yang baru aja diterima beberapa hari lalu.

5. Keasyikan Jalan-jalan

Libur Lebaran biasanya identik sama kegiatan pulang kampung alias mudik. Ini tentu enggak memakan biaya yang murah. Kita perlu biaya akomodasi buat perjalanan lintas kota yang tentunya enggak sedikit. Ditambah, bawa buah tangan buat sanak saudara. Malu, dong, kalau enggak bawa apa-apa?

Nah, selagi mudik, pasti terbersit di pikiran lo buat jalan-jalan bareng keluarga. Enggak salah, kok, cuma, ya, jangan setiap hari juga jalan-jalannya. Jangan kebelet mau datangin setiap tempat soalnya liburannya enggak panjang-panjang amat. Toh, jalan-jalan enggak mesti pas Lebaran. Ingat, lo butuh istirahat. Begitu juga dompet lo.

***

Intinya, sih, jangan keburu jemawa pas udah terima THR. Langsung berasa jadi orang kaya, tapi dalam hitungan hari THR langsung ludes. Yang tersisa cuma penyesalan.

Enggak ada salahnya sesekali bikin diri sendiri senang dengan duit THR. Hanya aja, lo harus bisa metain keperluan lo. Jangan sampai duit THR habis buat hal-hal enggak berfaedah, padahal lo masih punya banyak utang atau keperluan primer lainnya. Nah, jadi duit THR tahun ini, rencananya, lo pakai buat apa?