Epic Life   

5 Bukti Kalau Orang Indonesia Masih Lugu di Media Sosial

 
Penulis
Teman Rakyat
06 December 2016

Berkomunikasi lewat media sosial saat ini lebih digandrungi dibanding dengan interaksi langsung. Lo pasti sudah enggak asing melihat generasi “Kepala Menunduk” kalau lagi di kafe, restoran, atau tempat bermain. Yap, enggak bisa dipungkiri lagi zaman sekarang para generasi “Kepala Menunduk” tersebut enggak bisa hidup tanpa gawai pribadinya. Anak-anak, remaja, dewasa, sampai kakek dan nenek semua suka berkomunikasi lewat gawai terbaiknya. Sadar teknologi memang bagus. Akan tetapi, enggak jarang orang yang ternyata belum siap dengan kemunculan teknologi, khususnya media sosial yang jadi konsumsi sehari-hari.

Perlu diingat, ketika berkecimpung di dunia maya itu enggak semua info yang beredar itu valid. Info bisa datang dari siapa saja. Dari orang yang ahli di bidangnya, sampai orang sotoy yang enggak bertanggung jawab. Oleh karena itu, segala informasi yang beredar perlu kita saring terlebih dahulu. Kalau bukan dari niat lo menyaring segala informasi negatif dari media sosial, yang ada lo akan menjadi pengguna media sosial gampang termakan isu. Kalau menurut Viki, mereka semua adalah orang-orang yang lugu di media sosial. Bahayanya menjadi pengguna media sosial yang lugu itu lo bisa digiring untuk melakukan hal-hal yang enggak berguna bahkan bisa membahayakan diri lo sendiri.

Banyaknya pengguna media sosial di Indonesia yang masih di taraf lugu. Mereka menjadi sasaran empuk orang-orang yang enggak bertanggung jawab untuk menyebarkan hal-hal negatif. Segala postingan yang bersifat merayu, provokasi, ungkapan kata-kata kasar, ajakan untuk berbuat sesuatu yang enggak masuk logika dibuat untuk meraup keuntungan pribadi dari si oknum yang menyasar para pengguna media sosial yang lugu. Tangkapan layar berikut ini adalah bukti nyata kalau beberapa pengguna media sosial di Indonesia masih lugu dalam menyikapi info atau postingan yang beredar di media sosial.

 

1. Misteri GIF yang Enggak Pernah Terungkap

Menggunakan nama dan foto profil artis kenamaan, akun palsu ini memposting sebuah foto. Foto yang diposting sebenarnya hanya gambar ilusi optik mata yang ditengahnya ada gambar kucing. Caption yang mengajak netizen untuk mengetik angka 1 di kolom komentar agar ada perubahan pada gambar tersebut pun berhasil menoreh hampir 8 ribu komentar yang didominasi angka 1. Netizen yang membagikan ulang postingan tersebut mencapai angka 800 kali dibagikan dan 10 ribu like. Entah minimnya pengetahuan atau memang iseng menuruti perintah pada caption foto, yang pasti dari total angka para netizen yang aktif mengomentari, like, dan membagikan postingan ini membuktikan keluguan netizen. Mana ada sih gambar bisa disulap dadakan menjadi GIF hanya dengan mengetik angka 1 pada kolom komentar? Yap, sampai saat ini belum ada tuh fasilitas magic yang dibuat facebook untuk para penggunanya mengubah gambar menjadi gif.

 

2. Foto ala-ala human interest

Foto-foto berikutnya yang menjadi sasaran untuk menyentuh hati para netizen yang masih lugu yaitu foto human interest. Nilai kemanusiaan yang dianggap menyentuh hati dari foto perjuangan seorang bapak yang berjualan di pinggir jalan diposting dengan caption doa. Dan lagi-lagi angka komentar postingan ini mencapai 4 ribu lebih. Sang bapak yang ada difoto bisa saja enggak tahu kalau dirinya dikasihani di media sosial. Selain komentar kata Amin pada foto ini, ada juga tuh pengguna yang enggak lugu dengan mengirimi komentar ketidak setujuannya melihat netizen lain mendoakan sang bapak lewat kolom komentar facebook.

 

3. Dahsyatnya Postingan Ini

Postingan greget berikutnya jatuh pada foto yang menampilkan situasi para jamaah yang sedang beribadah. Caption pada foto tersebut yang mengaku bahwa diantara para jamaah yang khusyuk beribadah, ada malaikat yang wujudnya tertangkap kamera. Viki enggak mau ngebahas foto tersebut hoax atau sungguhan, tapi coba deh lo lihat dahsyatnya caption diatas. Ketika ibadah yang selama ini lo jalani di dunia ternyata bisa dipatahkan oleh postingan greget ini, dimana like, komen, dan share postingan ini membuktikan tingginya keluguan netizen saat ini.

 

4. Human Interest x Ibu Masuk Surga

Kali ini kolaborasi antara foto human interest yang manampakan seorang ibu tengah membawa ranting kayu bakar dipunggungnya dan dahsyatnya komentar Amin. Kolaborasi greget ini sukses menyentuh hati para pengguna facebook yang tergolong lugu untuk mengikuti perintah pada caption foto. Menurut lo percuma enggak sih kalau lo like, komen, dan share postingan ini, tapi ternyata di rumah masih kurang ajar sama ibu kandung sendiri? Waduh pikir-pikir lagi deh pilih berbakti ke postingan ini apa ke ibu kandung lo sendiri.

 

5. Human Interest x Rezeki Melimpah

Sebenarnya enggak ada yang salah dengan foto di atas, malahan tersirat makna yang sangat positif untuk menyadarkan orang yang sibuk bekerja untuk ingat beribadah. Akan tetapi, lagi-lagi caption foto yang ngaco untuk menggiring netizen semakin lugu menuruti perintah tersebut. Mana ada sih guys, kalau kalian enggak berusaha untuk bekerja atau berbuat apapun rezeki bisa lo raih dengan ketik komentar amin dan like pada postingan di atas?

***

Orang-orang yang sengaja membuat postingan untuk meraih perhatian dengan cara menggiring netizen untuk komentar, like, dan membagikan postingan mereka. Hal itu tentunya untuk meraih popularitas. Tingginya pengguna facebook yang mampir di postingan tersebut, membuktikan si empunya akun memiliki eksistensi yang tinggi. Keuntungan besar diraup oleh para pengguna akun yang eksis dengan postingan-postingan yang bertujuan menggiring para netizen mematuhi perintah di setiap captionpostingannya.

Seperti gambar di atas, masih ada tuh pengguna facebook yang berusaha melacak orang-orang yang berniat meraih keuntungan dari postingan yang mencuri perhatian banyak netizen. Secara terang-terangan melalui obrolan pesan di facebook, membuktikan kalau si oknum penyebar postingan yang mengundang netizen mengomentari kata amin di postingannya tidak mempercayai akan masuk surga dengan mengirimi kata amin.

Kalau menurut lo tulisan Viki kali ini bermanfaat, bagikanlah ke sanak saudara biar enggak tertipu dengan postingan yang enggak jelas tadi. Dengan membagikan ulang artikel ini, orang Indonesia yang terjebak dalam keluguan pun bisa segera tersadar. Salam. (GP)