Epic Life   

5 Bukti Kalau Emosi Bikin Orang Kurang Teliti

 
Penulis
Teman Rakyat
06 December 2016

Emosi adalah salah satu bentuk perasaan manusia yang lumrah adanya. Masalah yang datang bertubi-tubi kadang bikin emosi enggak terkontrol. Akibat emosi bikin jadi kesel dan pengen marah aja bawaannya. Tapi yang pasti, apakah dengan emosi bisa langsung membuat masalah seketika menghilang? Hmm, sepertinya enggak.

So, daripada emosi mendingan kan kita berpikir dingin dulu baru menyelesaikan masalah. Karena saat emosi, pikiran kita tuh sebenarnya belum berjalan dengan sempurna sehingga bisa membuat lo malah melakukan tindakan yang salah karena enggak teliti. Dan pada akhirnya, emosi itu akan berubah bentuk menjadi rasa menyesal. Engga mau kan? Nah, berikut ada empat bukti kalau emosi bikin orang kurang teliti. Apa aja? Simak yuk.

 

1. Emosi menyebabkan tugas terbengkalai

Emosi dapat mengganggu aktivitas mental. Aktivitas mental seperti berpikir, berkonsentrasi, belajar, sangat dipengaruhi oleh kestabilan emosi. Oleh karena itu, kalau lo mengalami gangguan dalam perkembangan emosi atau kurang bisa mengontrol emosi dengan baik, maka aktivitas mental lo bisa aja jadi terganggu, lo jadi susah berpikir jernih, konsentrasi lo buyar dan kemudian bisa menyebabkan tugas-tugas sekolah atau kuliah lo jadi terbengkalai.

 

2. Emosi menyebabkan hubungan pertemanan renggang

Emosi pun juga bisa loh mempengaruhi interaksi sosial. Kematangan emosi di dalam diri lo sendiri bisa mempengaruhi cara berinteraksi lo dengan lingkungan. Coba deh bayangin kalau lo dikit-dikit emosian, mana ada sih teman yang mau deket sama lo. Hubungan pertemanan lo pun bisa menjadi renggang, karena mereka juga pasti males kalau nantinya kena “semprot” ocehan lo. Tapi lain halnya kalau lo bisa mengontrol emosi dengan baik, maka interaksi lo dengan teman-teman lo pun bisa tetap terjaga dengan baik.

 

3. Emosi menyebabkan boros

Pernah enggak sih lo ngerasa nyesel karena udah emosian? Perasaan nyesel atau sedih ini kerapkali jadi bumerang buat lo. Kenapa? Karena kemungkinan besar lo malah belanja sana sini dan menghabiskan banyak uang untuk kembali merasa bahagia. Alih-alih ingin bahagia, eh tapi malah jadi boros dan bikin dompet kosong. Lalu, lo sedih lagi, menyesal lagi. Hmm, menghibur diri dengan belanja mungkin emang bisa jadi langkah yang akan membuat lo merasa lebih baik, tapi inget hal itu hanya sementara dan menyebabkan dampak jangka panjang pada finansial lo sendiri, guys. Penulis John Olsen mengatakan, “usaha untuk mencari kebahagiaan menyebabkan konsumen cenderung menghamburkan banyak uang karena merasa emosional.” So, think smart ya!

 

4. Emosi menyebabkan kesehatan terganggu

Emosi enggak terkendali atau enggak tersalurkan bisa merusak fungsi organ tubuh loh, jadi mudah terserang penyakit, dan menderita ketegangan otot atau kekacauan metabolisme. Selain itu, bisa menghentikan proses pencernaan, meningkatkan denyut jantung, dan menjadikan napas terengah-engah. Bahkan selain itu, emosi juga bisa meningkatkan resiko hipertensi atau tekanan dara tinggi yang dapat meningkatkan pula resiko serangan jantung. Serem ya. makanya, hati-hati guys! Jangan keseringan emosi.

 

5. Emosi menyebabkan gebetan/pacar pada kabur

Selain menyebabkan hubungan pertemanan lo renggang, emosi pun juga bisa menyebabkan gebetan atau calon pacar lo, atau mungkin pacar lo sendiri pada kabur. Kenapa? Yaiya dong, karena siapa sih yang betah sama orang emosian. Dikit-dikit diomelin, dimarahin, serba salah pokoknya kayak lagunya Raisa!

***

Dengan emosi yang terkontrol dan selalu stabil setiap hari, lo akan merasakan ketenangan dan kebahagian hidup yang mungkin selama ini belum pernah lo rasakan sebelumnya. Selain itu, lo juga akan terhindar dari berbagai masalah kesehatan yang sangat mungkin terjadi akibat enggak bisa mengontrol emosi. Nah, segitu aja Viki jelasin bukti kalau emosi bikin orang kurang teliit, semoga kita bisa memanajemen emosi kita dengan lebih baik dengan cara-cara yang positif dan enggak merugikan orang lain, ya. Ciao! (LN)