Epic Life   

4 Penyebab Seseorang Jadi Pedofil

 
Author
Intan Kirana
21 March 2017

Keberadaan pedofil di Indonesia rupanya bukan mitos belaka. Terkuaknya grup para pedofil di Facebook bernama Official Loly Candys 18+ bikin banyak orang, khususnya para orangtua, terbelalak. Di dalam grup tersebut, tersimpan beragam cerita dari masing-masing anggota. Layaknya forum ilmu pengetahuan, mereka bertukar kiat untuk menarik perhatian anak-anak di bawah umur. KZL, kan?

Tindakan pedofilia terbentuk dari faktor-faktor tertentu. Biasanya, faktor-faktor tersebut sudah tertanam sejak masa kecil. Sebagai anggota masyarakat, sudah sepantasnya kita juga bantu pemerintah buat ngurangin angka pedofil di Indonesia. Bagaimana caranya? Kenali dulu beberapa hal yang berpotensi bikin seseorang jadi pedofil?

1. Pengalaman Masa Kecil

Dalam studi dan artikel yang ditulis oleh sosiolog Richard Hall dan Ryan Hall, kebanyakan pedofil pernah mengalami pelecehan seksual di masa kecilnya, atau hal lain yang berkaitan dengan masalah seksual. Selama enggak ditangani dengan baik oleh psikolog dan psikiater, seorang korban pelecehan seksual di masa kecil, atau anak-anak yang terbiasa dengan pornografi anak (misalnya, nonton pornografi anak, dll), bisa berpotensi menjadi pedofil lho!

Untuk faktor sosial yang satu ini, orangtua dan orang terdekat lain memang harus menjaga banget supaya anak enggak terkena pelecehan seksual, atau menyantap konten-konten yang enggak seharusnya dikonsumsi anak-anak. Ingat, otak anak itu belum berkembang sempurna, dan enggak semua hal bisa dilihat oleh anak lho!

2. Adanya Kelainan pada Otak

Ada pula faktor biologis yang menyebabkan seseorang bisa jadi pedofil. Yap, berdasarkan penelitian Hucker tahun 1986, pedofil memiliki kelainan otak di lobus temporal mereka.

Anyway, banyak orang yang lahir dengan penyakit bawaan tertentu. Ada yang lahir dengan potensi diabetes, lahir dengan ketidaksempurnaan pada tubuh, lahir dengan penyakit asma, dan sebagainya. Kelainan yang diderita pedofil ini sama aja kok kayak penyakit-penyakit lain. Dan seharusnya kelainan ini enggak dipupuk, tetapi diobati. So, kalau ada orang terdekat lo denagn "bibit pedofil" segeralah bawa ke psikiater supaya mendapatkan penanganan sesuai. Jangan malu ke psikiater, toh psikiater juga sama aja kok sama dokter-dokter spesialis lainnya.

3. Permasalahan Tumbuh Kembang

Tadi udah disebutkan kalau kebanyakan pedofil mengalami stres atau trauma terkait masalah seksual. Nah, Studi Lanyon di tahun 1986 menyebutkan kalau hal ini berpengaruh sama proses tumbuh kembang dan prestasi mereka di sekolah lho. Mereka pun jadi enggak mengasah diri supaya jadi pintar dan cerdas, dan hal ini menambah parah proses tumbuh kembang. Kemudian, karena merasa lebih "lambat" daripada temen-temennya, mereka pun jadi punya kesukaan tersendiri, salah satunya ya berfantasi seksual dengan teman sebaya.

Seiring dengan bertambahnya umur, fantasi seksual mereka bisa jadi masih sama: sama-sama berfantasi tentang temen-temen sebayanya itu. Padahal, usia mereka udah dewasa lho. Inilah kemudian yang membuat mereka "stuck" pada kesenangan seksual yang sama.

4. Kurang Terbuka

Pelaku pedofil biasanya kurang terbuka terhadap orang sekitar. Dia memendam apa yang dia rasakan dan enggak berani membicarakan itu sama orang lain karena takut bakal dihakimi. Nah, hal ini pun kemudian bikin dia memutuskan untuk "berjalan di bawah tanah", meneruskan kebiasaan-kebiasaan buruk dan destruktif, termasuk mengincar anak-anak di bawah umur.

Untuk itu, terhadap orang-orang di sekitar, jadilah pihak yang bijaksana dan enggak mudah menghakimi. Banyak kata-kata yang menurut kalian mungkin biasa aja, tapi menyakitkan bagi orang lain dan membuat mereka jadi malas untuk mengungkapkan apa yang mereka rasakan.

***

Masalah pedofil ini enggak bisa dipandang remeh dan enggak bisa dibiarkan begitu aja. Seperti kanker, bibit-bibit pedofil memang harus diberantas dari akarnya. Kasih perhatian lebih ke anak kecil dan coba kenali beragam masalahnya. Meski bisa dikategorikan sebagai penyakit kejiwaan, pedofilia itu bisa dicegah dan diobati kok. Semoga, enggak ada lagi kasus pedofilian di Dunia ini, ya.