Epic Life   

4 Alasan Pengunduran Diri Paling Konyol

 
Author
Intan Kirana
16 February 2017

Layaknya pacaran, karier pun tentu ada pasang surutnya. Enggak selamanya kita cocok bekerja di tempat yang sudah kita lamar sebelumnya. Persis kayak mantan pacar, saat PDKT sih, banyak perusahaan yang terlihat manis dan terlihat mau merangkul kita dalam suka maupun duka. Waktu sudah "jadian", ternyata kenyataan itu tak seindah angan-angan. Banyak kepalsuan yang terkuak satu per satu, mulai dari uang lembur yang cairnya nunggu serial Thapki tamat, sampai kerjaan yang enggak sesuai SOP (standard operating procedure).

Yang pernah mengalami hal buruk semacam itu di kantor, mengundurkan diri pun kemudian jadi pilihan. Ibarat cinta, ngapain bertahan kalau terus-menerus merasakan pedih di hati? Apakah lo mau bahagia waktu tanggal gajian dan menderita di tiap harinya?

Mengundurkan diri itu dianggap lebih mudah daripada mencari pekerjaan. Akan tetapi, ada banyak juga orang yang hatinya berdegup kencang waktu mengajukan surat pengunduran diri. Kebanyakan, mereka bingung mau bilang apa ke atasan. Selain itu, mereka juga takut dapat anggapan buruk. Apalagi kalau atasan mereka punya pergaulan luas dan kenal sama bos-bos lain di berbagai perusahaan. Bisa-bisa nama kita tuh, yang tercemar. So, mengundurkan diri pun harus dengan alasan yang tepat. Nah, di antara alasan-alasan tersebut, seperti apa sih alasan pengunduran diri yang paling aneh dan absurd? Kepoin, yuk!

 

1. Sakit Parah

Sebenarnya, mengundurkan diri pakai alasan ini sudah biasa diajukan oleh banyak karyawan. Ada yang benar-benar sakit, enggak jarang pula yang cuma pura-pura. Biasanya, alasan ini diajukan oleh mereka yang enggak berani jujur kalau mereka sudah muak sama perusahaan atau mereka sudah dapat pekerjaan baru.

Jenis sakit yang dijadikan alasan beragam. Mulai dari sakit demam rutin karena lokasi kantor yang terlalu jauh dari rumah, sampai yang mengarang cerita dramatis dengan pura-pura sakit parah. Cerita sakit ini pun ditopang dengan surat dokter palsu yang kini bisa kita dapatkan dengan mudah via toko daring atau teman bapak lo yang jadi dokter spesialis di rumah sakit ternama.

Level keamanan: 2/10. Cara mengundurkan diri kayak begini memang paling aman. Soalnya, siapa, sih, yang mau memaksa orang sakit buat bekerja? Hanya saja, risikonya lumayan gede. Takutnya, bos di perusahaan baru tempat lo bekerja kenal sama bos lo yang lama.

 

2. Permintaan Orangtua

Serius! Cara mengundurkan kayak begini, tuh, benar-benar ada. Biasanya, alasan ini digunakan oleh para lulusan baru yang dianggap masih belum bisa lepas dari orangtua. Alasan ini konon sering digunakan anak kelas SD waktu bolos. Kalau sudah bawa orangtua sebagai alasan, bisa dipastikan, perusahaan pun sungkan menahan lo bekerja lebih lama lagi.

Level keamanan: 6/10. Paling enggak, lo enggak akan malu saat ketahuan kerja di tempat lain. Toh, mantan atasan lo sudah ngerti kalau lo memang bakal kerja tempat baru yang disetujui orangtua lo. Akan tetapi, alasan kayak begini bikin lo terlihat kekanak-kanakkan dan kurang dewasa. Jadikan alasan ini sebagai pamungkas di kala atasan lo punya beribu alasan untuk enggak memperbolehkan lo meninggalkan kantor.

 

3. Makhluk Gaib

Di Kalimantan, pengunduran diri karyawan karena makhluk gaib benar-benar terjadi. Kantor tempat orang itu bekerja berlokasi di dekat hutan yang cukup sunyi. Cowok yang katanya baru kerja selama seminggu itu bahkan rela enggak dikasih pesangon dan enggak dapat gaji harian, asal dia bisa keluar dari tempat angker tersebut sesegera mungkin.

Kenyamanan saat bekerja memang penting. Kalau seseorang sudah enggak nyaman, bahkan parno di suatu pekerjaan, jangan sungkan untuk mengundurkan diri. Biar bagaimanapun, hal tersebut akan berpengaruh pada performa kerja seseorang. Percuma memaksakan diri biar dianggap loyal kalau selalu dibayangi ketakutan yang bikin lo enggak nyaman.

Level keamanan: 9/10. Kalau lo mengundurkan diri karena alasan ini, enggak akan ada satupun atasan yang berani menghalangi lo (kecuali kalau lontrak lo berbasis penalti dan lo enggak mau bayar). Apalagi kalau lo pakai drama kesurupan di tengah pekerjaan atau teriak-teriak histeris karena merasakan keberadaan makhluk gaib.

 

4. Polusi

Alasan ini benar adanya dan bukan digunakan sama anak kemarin sore. Pasalnya, yang menggunakan alasan mengundurkan diri gara-gara polusi adalah orang ternama di dunia bisnis. Ya, Hugo Barra, Vice President Xiaomi, belum lama ini mengundurkan diri karena sudah enggak betah sama polusi di Beijing. Hugo merasa kalau polusi di Beijing enggak sehat bagi dirinya. Dia juga merasa “homesick” alias kangen rumah dan keluarga di Amerika Serikat.

Atas dasar hal tersebut, Hugo Barra pun memutuskan untuk kembali ke Sillicon Valley. Kemungkinan besar, Hugo berniat membangun perusahaan baru. Ya, paling enggak, dia juga bisa leha-leha aja menikmati hasil usaha selama ini tanpa memikirkan pekerjaannya untuk sesaat.

Kalau dipikir-pikir, sebagai Vice President, Hugo pastinya mendapatkan fasilitas kelas tinggi. Kecil kemungkinan, aktivitasnya sehari-hari dilalui menggunakan angkutan umum. Lantas, kenapa bisa enggak tahan sama polusi, ya?

Nah, meskipun alasan yang digunakan Hugo cukup “memukau”, hal tersebut bisa jadi pelajaran juga. Biar bagaimanapun, polusi tetaplah polusi. Kalau bikin enggak nyaman, masa mau dinikmati terus?

***

Beberapa alasan yang kurang lazim di atas memang pernah terjadi. Mungkin, lo juga pernah mengalaminya atau menggunakannya sebagai alasan. Apapun itu, inti dari bekerja di sebuah perusahaan adalah kenyamanan. Nah, tolok ukur sebuah kenyamanan bagi seseorang itu berbeda-beda. Terus, kalau lo sedang berada pada zona enggak zaman di pekerjaan, alasan apa yang akan lo pakai?