Chillax  Epic Life   

Perubahan Gaya Hidup yang Enggak Disadari Sejak Ada Transportasi Daring

 
Author
Nural 
04 August 2017

Kemajuan teknologi di bidang transportasi bikin para pengguna angkutan umum dimudahin. Apalagi, adanya modernisasi layanan transportasi berbasis aplikasi di zaman semua orang punya smartphone. Nyatanya, hal tersebut ngasih dampak baik dan buruk.

via GIPHY

Sisi baiknya, transportasi daring ngasih segala kemudahan yang ditawarin. Misalnya aja waktu lebih efisien, apalagi buat orang-orang yang mageran buat ngangkot. Sementara itu, ada juga sisi buruknya. Semenjak ada transportasi daring, rawan muncul konflik. Terlepas dari hal itu, lo sadar, enggak, kalau ada perubahan gaya hidup. Terlebih kalau lo jadi pengguna setianya.

Viki Bakal jabarin hal apa aja yang enggak lo sadarin sejak kehadiran transportasi daring di kehidupan lo. Yuk, simak!

 

1. Enggak Gengsi Tanpa Kendaraan Pribadi

via GIPHY

Dulu, banyak orang yang gengsi buat naik angkutan umum. Kalau bukan karena lagi ngirit pengeluaran, kayaknya lebih mending naik taksi atau bawa kendaraan pribadi walaupun masih cicilan. Alasannya, malas desak-desakan atau takut kecopetan. Apalagi, naik ojek yang harganya enggak sesuai dengan jarak perjalanan.

Kini, semenjak ada layanan transportasi daring, banyak orang memilih menggunakannya. Angkutan umum yang mengalami modernisasi ini juga memengaruhi gaya hidup masyarakat. Sekarang, mayoritas masyarakat udah enggak malu lagi naik angkutan umum berbasis aplikasi. Pasalnya, transportasi daring ini bentuknya motor dan mobil pribadi yang notabene bagus dan terawat. Tinggal atur lokasi penjemputan, nunggu beberapa menit dengan setelan kece, dijemput, deh!

 

2. Jalanan Makin Penuh Kendaraan

via GIPHY

Sebenarnya, transportasi daring bukanlah jawaban buat masalah transportasi di Indonesia. Soalnya,kalau kita lihat pengalaman negara-negara maju, kunci mengatasi masalah transportasi adalah disediakannya transportasi massal, bukan transportasi individual. Kalau lo sadar, jalanan makin penuh dengan kehadiran transportasi daring.

Memang, sih, ngasih kemudahan, apalagi para pengemudi transportasi daring bertebaran di mana-mana. Jadi, kita enggak sulit untuk mendapatkannya. Namun, tanpa disadari, para pengemudi ini juga jadi bikin pangkalan baru di pinggir jalan, entah itu makan bahu jalan atau trotoar. Jumlah pertumbuhan kendaraan bermotor di jalanan pun semakin tinggi. Ini berarti, kehadiran transportasi daring, secara enggak langsung, malah berkontribusi menambah kemacetan.

 

3. Pengangguran Berkurang

Kita semua setuju kalau jumlah angkatan kerja lebih banyak dibanding jumlah lapangan pekerjaan yang ada. Hal ini berarti banyak jumlah pengangguran. Namun, sejak hadirnya perusahaan yang ngembangin transportasi daring, jumlah pengangguran sedikit demi sedikit berkurang. Apalagi, perusahaan tersebut ngasih kemudahan dalam rekrutmen.

Sayangnya, karena saking mudahnya, hal ini bikin kurang kreatifnya para pencari kerja dalam menyikapi sedikitnya lapangan pekerjaan. Mereka lebih milih jadi pengemudi transportasi daring dibanding berwirausaha. Banyak orang jadi gengsi berjualan karena citra karyawan perusahaan lebih baik dibanding menjadi enterpreuner.

 

4. Jadi Gampang Beramal

via GIPHY

Beramal sekarang banyak caranya. Enggak harus ngasih ke pengemis atau masukin uang ke kotak amal di masjid. Makin modern zaman, makin banyak cara buat beramal. Salah satunya, dengan adanya fenomena transportasi daring ini, pengguna transportasi bisa beramal kepada pengemudi. Dengan kata lain, ngasih uang tip.

Banyak yang berpikir bahwa di zaman sekarang banyak orang yang pelit buat bersedekah. Namun, justru ada orang-orang lebih rela ngasih uang berlebih buat para driver transportasi daring yang udah nolong di kala butuh tumpangan atau makanan.

 

5. Gaya Pamer

via GIPHY

Semenjak adanya transportasi daring, selain dapat kemudahan sampai ke tempat tujuan, kita juga diberi kemudahan dalam memenuhi kebutuhan perut. Ditambah, makin canggihnya fitur media sosial, para generasi milenial makin mudah pamer semua kegiatannya. Entah buat cari perhatian atau ngasih kode ke gebetan.

Kalau lo perhatiin, enggak sedikit orang yang ngasih tahu ketika berada di transportasi daring atau pun memesan makanan di aplikasi tersebut dengan postingan foto makanan yang menggoda. Enggak hanya perubahan gaya hidup, budaya pamer pun makin enggak terelakkan.

 

6. Lebih Mandiri

via GIPHY

Citra angkutan umum yang menyeramkan dan penuh bahaya sepertinya udah ditanamkan sejak kecil. Padahal, naik apa pun juga semua butuh kehati-hatian dan enggak terlepas dari bahaya. Makanya, sampai kita dewasa pun, walaupun berani naik angkutan umum, tetap aja ada rasa was-was. Hal ini juga yang jadi alasan orang lebih milih mengendarai kendaraan pribadi dibanding naik angkutan umum.

Sejak ada transportasi daring, orang yang tadinya anti dengan angkutan umum jadi lebih mandiri dan enggak ribet buat milih kendaraan ke mana dia akan pergi. Juga, enggak ngerepotin ortu, kakak, adik, buat minta diantar. Enggak hanya itu, para ortu zaman sekarang pun lebih milih anak-anaknya diantar-jemput oleh driver transportasi daring.

***

Tanpa disadari, hal itulah yang secara enggak langsung ngubah gaya hidup lo. Tadinya, lo rela desak-desakan naik angkutan umum atau beli makanan sejauh apa pun. Sekarang, lo jadi mageran. Terlepas dari itu, gunakan transportasi daring dengan semestinya dan sewajarnya. Satu hal lagi, karena pengemudi dan pengguna sama-sama membutuhkan, patutlah saling menghargai dan menghormati agar tercipta keharmonisan di jalan raya.

via GIPHY