Chillax  Sex & Relationship   

Perilaku Seksualitas Ajaib Manusia Zaman Baheula

 
Penulis
Nural 
13 July 2017

Sejak diciptakan, manusia udah kenal sama yang namanya kebutuhan biologis. Penyalurannya pun dilakuin lewat hubungan seksual yang juga ditujuin buat menghasilkan keturunan. Bahkan, udah jadi kodrat bahwa pemenuhan kebutuhan itu dilakuin dengan cara pernikahan. Namun, lo tahu, enggak, kalau di dunia ini ada perilaku seksualitas yang dianggap enggak masuk akal karena punya tujuan yang beda?

Konon, perilaku seksualitas ini ada yang masih bertahan hingga sekarang, tapi ada juga yang udah hilang seiring dikenalnya agama dalam tatanan kehidupan. BTW, sebelumnya Viki udah pernah jelasin tentang bangsa yang memiliki budaya maksiat. Seiring perkembangan zaman, pandangan mengenai seksualitas selalu berubah. Di Zaman Pertengahan, bisa jadi udah ada kepercayaan yang ngatur sehingga agak lebih ketat. Sedangkan, di zaman kuno, pandangan seksualitas lebih longgar.

Nah, kali ini, Viki bakal ngasih tahu bagaimana perilaku seksualitas yang pernah dilakukan manusia zaman kuno.

 

1. Manusia dan Binatang

Studi yang dilakukan para arkeolog menyatakan bahwa nenek moyang kita kerap berhubungan seksual dengan binatang. Hal ini bisa dibuktikan dengan adanya gambar pada salah satu lukisan di goa wilayah Italia. Di situ, terlihat gambar seorang cowok berhubungan seksual dengan keledai betina. Namun, bukan hanya manusia prasejarah yang menggunakan hewan buat sebagai alat pemuas kebutuhan. Soalnya, ada budaya-budaya kuno “mengizinkannya”.

Dalam lingkungan masyarakat Mesir Kuno, para pemburu kerap melakukan hubungan seksual dengan buruannya sebelum dibunuh. Nyatanya, masyarakat Mesir Kuno enggak sendiri. Bangsa Romawi Kuno pun kerap melakukan beastility, sebutan perilaku seksualitas dengan binatang. Biasanya, masyarakat Romawi Kuno melakukannya di Circus Maximus, arena sirkus pertama di dunia.

Romawi Kuno juga punya ritual yang enggak wajar. Salah satunya adalah Bacchanalia Festival. Bayangin, di festival ini ada ritual yang mana para pesertanya melakukan hubungan intim di depan publik. Enggak hanya manusia dengan manusia, tapi juga manusia dengan hewan. Festival Bacchanalia ini berlangsung pada masa kejayaan Romawi Kuno, sengaja diadain buat memuja Bacchus, Dewa Arak, putra Zeus.

 

2. Hubungan Inses

Sebuah penelitian pada 2013 menjelaskan bahwa orang-orang zaman kuno melakukan perkawinan sedarah. Hal ini bisa dibuktikan oleh para peneliti dengan menggunakan CT scan dari manusia zaman dulu. Terlihat, tengkorak orang zaman kuno memiliki mutasi genetik yang enggak biasa.

Yang banyak melakukan hal ini adalah masyarakat Mesir Kuno. Salah satunya terjadi pada Raja Akhenaten yang melakukan hubungan inses dengan adik ceweknya. Hasilnya adalah Raja Tutankhamun. Karena merupakan hasil inses, dia punya fisik yang lemah dari lahir.

Mutasi genetik tersebut memang membuat anak terlahir cacat. Namun, perkawinan sedarah dipercaya menghasilkan keturunan dewa karena memiliki bentuk tubuh yang enggak lazim. Perilaku ini sedikit demi sedikit udah ditinggalin. Soalnya, masyarakat udah sadar bahwa hubungan seksual sedarah menghasilkan anak yang cacat.

 

3. Mainan Seks

Ribuan tahun lalu, rupanya orang zaman kuno juga udah paham dengan cara memuaskan diri. Buktinya, mereka bisa bikin mainan seks semacam dildo. Benda ukiran yang digunakan buat bercinta dipoles begitu halus hingga menyerupai alat kelamin cowok. Nyatanya, mainan seks udah ada selama hampir seusia manusia. Mainan seks tertua yang pernah ditemuin berusia sekitar 26.000 tahun.

Bangsa yang diperkirakan mengenal alat ini terlebih dahulu adalah Mesir Kuno. Soalnya, orientasi seksual mereka bukan karena cinta. Justru cinta dianggap sebagai “mainan”.

Sedangkan, di Yunani dan Romawi Kuno, dikenal dildo buatan dari roti yang dipanggang hingga keras, disebut Olisbokollikes. Di Tiongkok Kuno, justru banyak ditemuin dildo di area pemakaman, diyakini sebagai pengawet mayat.

Bahkan, seorang arkeolog bernama Timothy Taylor menemukan benda ini di Hohle Fels Cave, barat daya Jerman. Enggak kayak di zaman modern, dildo kuno memiliki peran ganda. Selain buat bersenang-senang, benda tersebut juga digunakan buat hammerstone alias alat bantu yang fungsinya enggak jauh beda dengan palu.

 

4. Sesama Jenis

Zaman sekarang, kayaknya, hubungan sesama jenis udah jadi kelaziman walaupun sempat dianggap maksiat di Abad Pertengahan setelah adanya agama. Namun, hubungan sesama jenis, nyatanya, udah ada sejak zaman kuno. Salah satu bangsa yang ngelegalin perilaku ini adalah Romawi Kuno dan Yunani Kuno.

Misalnya aja bangsa Pompeii yang melegenda itu. Mereka percaya bahwa mereka yang lebih aktif melakukan hubungan sesama jenis ini bakal ngedapatin status sosial yang lebih tinggi. Sebaliknya, buat yang pasif, lebih rendah.

Ada juga bukti di Tiongkok Kuno dan Jepang kuno bahwa hubungan sesama jenis dibolehin. Kabarnya, fenomena tersebut berasal dari tahun 600 SM. Sedangkan, di Jepang, udah tercatat selama lebih dari seribu tahun karena perilaku ini berhubungan dengan tradisi monastik Buddha dan tradisi samurai. Thailand juga sangat menerima perilaku ini sepanjang sejarahnya dan enggak pernah memiliki larangan hukum terhadap hubungan seksual sesama jenis.

 

5. Peminjaman Istri

Perilaku aneh selanjutnya adalah praktik pemberian pinjaman istri. Ini dilakukan oleh masyarakat Arab Kuno sebelum agama Islam hadir. Mereka percaya, hal itu menjadikan jalan bagi mereka yang hidup di keluarga kelas bawah. Istri mereka pun dijadiin sebagai komoditas.

Jika keluarga kelas bawah ingin meningkatkan status sosialnya, mereka bisa melakukannya dengan meminjamkan istri kepada cowok lain yang berstatus lebih tinggi. Para suami mengatur agar istrinya tinggal bersama cowok terpilih sampai hamil.

Begitu sang istri hamil, dia akan kembali ke suaminya. Perilaku ini terus dilakukan dengan memandang cewek sebagai properti di Arab pra-Islam. Pada 586 M, cewek mulai dianggap manusia.

***

Mengetahui kehidupan seksualitas zaman dulu enggak sedikit juga bikin kita bergidik, ya. Perlu diingat, hal tersebut bisa aja terjadi karena belum ada ilmu pengetahuan kayak sekarang ini. Nah, sebagai generasi beruntung yang lebih berpengetahuan, mestinya manusia zaman sekarang lebih beradab dan bijak dalam melakukan aktivitas pemenuhan kebutuhan biologis. Bagaimana menurut lo?