Chillax  Travel and Leisure   

Kota-kota di Dunia yang Rawan Penipuan

 
Author
Intan Kirana
09 July 2017

Siapa yang enggak mau jadi turis dan jalan-jalan ke berbagai negara di dunia? Kalau nilik dari banyaknya gambaran turis di papan-papan iklan hingga iklan biro wisata daring, berwisata itu kayaknya isinya senang-senang aja. Belajar hal-hal baru, ngelihat budaya lain, sampai ketemu warga lokal yang baik banget dan hangat sama turis, semuanya bakalan menyenangkan.

via GIPHY

Padahal, enggak semua tempat bakal ngasih lo pengalaman yang menyenangkan, loh. Ada beberapa sudut kota yang memanfaatkan keluguan turis buat keuntungan sekelompok orang. Di mana sajakah tempat-tempat itu? Simak aja supaya lo lebih hati-hati saat berwisata nanti.

 

1. Tepito, Meksiko

Tepito adalah daerah paling kumuh di Meksiko. Kota ini merupakan sarang dari segala pertikaian, pencopetan, pengedaran narkoba, dan kenistaan lainnya. Masalah ekonomilah yang membuat hidup di sana jadi keras.

Salah satu bentuk kejahatan yang bikin ngeri para turis adalah penculikan oleh sopir taksi. Memang bukan penculikan ala Criminal Minds atau serial kriminal lain yang sadis. Soalnya, turis-turis ini cuma dipaksa buat ke ATM terdekat dan ngambil uang mereka dalam jumlah tertentu, bukannya disekap terus disiksa ala Hannibal Lecter.

Yah, tetap aja hal kayak begini sukses bikin parno, dong. Siapa yang mau keriaan liburan berubah jadi duka karena dirampok? Meski begitu, tetep aja sindikat ini sulit dihilangin karena banyaknya polisi korupsi dan kompleksitas kehidupan di sana.

Kalau ngelihat tayangan Scam City edisi Meksiko, bahkan ada sopir taksi yang merupakan mantan pembunuh! Kok, dia enggak dipenjara, sih? Soalnya, dia udah melakukan sebuah perjanjian. Karena yang dibunuh adalah preman yang meresahkan di pasar, dia akan bebas selama dia enggak balik ke pasar itu lagi.

 

2. Marrakesh, Maroko

Marrakesh adalah sebuah kota yang terletak di bagian barat daya Maroko di kaki Pegunungan Atlas. Kalau dilihat dari atas, kota ini sangat bercahaya dan cantik banget.

Penduduk Marrakesh pun ramah-ramah, loh. Hanya aja, turis memang harus berhari-hati banget di sini, terutama kalau enggak bisa bahasa Perancis atau Arab.Namun, Marrakesh enggak sekejam Tepito. Penipuannya cuma berkisar pada oleh-oleh palsu dan permainan palsu.

Di Djemaa El Fna Square, sebuah pasar tempat para pedagang berkumpul, banyak penjaja karpet yang mengaku kalau mereka menjual karpet kuno dengan harga tinggi. Kalau lo berkesempatan jalan-jalan ke Marrakesh dan dapet penawaran kayak begini, jangan tergiur, ya. Soalnya, 90% kemungkinan karpetnya palsu. Karpet itu sendiri dikasih pemutih dan sedikit debu lalu digosok-gosok dan dijemur supaya kelihatan kuno. Padahal, baru dibuat beberapa bulan yang lalu.

Penipuan ini benar-benar bikin oknum pedagang karpet kaya. Soalnya, banyak turis, terutama dari Amerika Serikat dan Eropa, percaya dan langsung bayar tunai dengan sejumlah uang yang kalau dirupiahin bisa mencapai puluhan juta. Sebenarnya, sih, harga aslinya enggak sampai Rp10 juta!

 

3. Las Vegas, Amerika Serikat

Las Vegas dikenal sebagai kota bercahaya yang penuh dengan kemeriahan. Semua kesenangan duniawi tampaknya bisa lo lakukan di sini, mulai dari pesta sampai pagi, mabuk-mabukan, sampai judi. Sayangnya, antrean buat pesta dan judi di Las Vegas cukup panjang, kecuali kalau lo bisa bayar lebih mahal buat tiket dengan kelas yang lebih tinggi.

Untuk itu, banyak orang di jalanan yang jadi calo tiket VIP. Tiket ini dijual sekitar 100 dolar. Nantinya, lo bisa masuk ke beberapa kelab tanpa antre, begitu katanya. Nyatanya, antrean VIP bisa lebih panjang daripada antrean biasa gara-gara banyaknya kehadiran calo-calo ini.

Apakah para penjual tiket itu penipu? Enggak bisa dibilang begitu, sih. Soalnya, mereka juga dapat tiket-tiket itu dari kelab-kelab terkait. Ya, kelab-kelab itu diam-diam ngejualin tiket VIP mereka lewat para calo supaya kelab mereka tambah ramai.

Kalau lo enggak mau antre, paling-paling, lo diminta buat beli yang VVIP. Tentu aja, harganya jauh lebih mahal, bisa mencapai 1.000 dolar! VVIP ini pun sering dijual sama orang-orang yang juga merupakan petugas keamanan di kelab-kelab. Jualannya pun di jalanan atau enggak jauh dari kelab.

Jangan salah. Dua hal di atas masih belum ada apa-apanya ketimbang...tiket palsu. Ada beberapa penjual jalanan nakal yang ngejualin tiket palsu. Tiket palsu ini sendiri dimainin sama sindikat tertentu. Lo enggak akan bisa masuk kelub dengan tiket ini. Loh, memangnya para penjual nakal itu enggak takut diprotes? Enggak, dong. Soalnya, Las Vegas ramai banget! Persentase lo ketemu lagi sama penjual nakal itu kecil banget.

 

4. Roma, Italia

Italia identik sama citra kece dan penuh gaya, terutama di ibukotanya, Roma. Mulai dari masyarakat sampai peninggalan-peninggalan berupa arsitektur, semuanya tampak keren dan berkelas. Apalagi kalau dengar orang Italia ngomong, kayaknya penuh semangat dan kemantapan.

Kalau ke Roma, rasanya belum afdal kalau enggak ngunjungin salah satu arsitektur epik di sana. Tentu aja Menara Pisa dan Colosseum. Namun, lo harus hati-hati kalau ke dua tempat itu. Soalnya, di Menara Pisa banyak pencopet.

Sementara itu, di Colosseum, tempat yang dulunya dijadiin arena pertarungan gladiator, adalah tempat bagi orang-orang berkostum gladiator buat bertarung menarik turis guna berfoto sama mereka. Apakah lo kira foto dengan gladiator itu gratis? Enggak, dong. Lo harus bayar meskipun pakai kamera sendiri.

Banyak turis yang merasa dipalak karena baru disuruh bayar setelah foto. KZL, sih, apalagi kalau dikonversikan ke dolar. Bisa sampai 20 dolar, loh!

Kita enggak bisa nyalahin mereka soalnya cari uang di Italia enggak mudah. Namun, yah, kalau lo turis dengan uang saku terbatas, boleh, dong, antisipasi?

 

5. Buenos Aires, Argentina

Buenos Aires adalah salah satu kota yang cocok lo datangin kalau lo suka melihat keindahan bangunan di kota. Ibukota Argentina ini punya berbagai tempat menarik yang nampilin kebudayaan Spanyol-Amerika Latin, seperti Teatro Colon, gedung opera terbaik ketiga di dunia. Ada juga tata kota dan arsitektur yang unik: campuran antara bentuk Colonial, Art-Deco, Neo-Gothic, dan French Bourbon. Belum lagi, tempat belanjanya asyik-asyik.

Oh, ya, Buenos Aires juga dikenal sebagai melting pot alias tempat bertemunya banyak etnis. Jadi, jangan takut ketemu orang rasis di sini. Orang yang rasis enggak akan betah hidup di negara yang multikultural kayak di sini. Buat wisata, cukup mantaplah kota ini.

Meski asyik, jangan lengah. Lebih baik lo bersikap santun dan enggak usah neko-neko. Soalnya, ada penipuan yang cukup mengancam para hidung belang yang berburu kesenangan syahwat di sana. Penipuan ini dikenal dengan nama Viudas Negra atau Black Widow.

Cara kerja mereka simpel banget. Di Buenos Aires, kehidupan malamnya juga terkenal. Nah, selagi lo menikmati hal itu, ditemani minuman beralkohol, ada kalanya seorang cewek cakep ngajak lo ngobrol. Pokoknya, cewek ini, tuh, bikin lo kelepek-kelepek dan bikin lo berpikir kalau Buenos Aires adalah tempat yang tepat buat jatuh cinta.

Nah, cewek ini bakal menggoda lo supaya lo mau ngajak dia “ngamar”. Ketika lo udah masuk kamar, dia bakal ngajak lo ngobrol-ngobrol dan nuangin minuman dengan dalih pemanasan. Tanpa lo ketahui, minuman itu udah dicampur obat tidur. Akhirnya, sebelum “acara inti”, lo udah ketiduran dan teler duluan. Saat lo bangun, barang-barang berharga lo udah lenyap, deh.

***

Penipuan bakal selalu ada di berbagai kota, setinggi apa pun tingkat keamanan kota tersebut. Meski begitu, jangan takut buat berwisata, ya. Selama lo selalu mawas diri, berhati-hati, dan ngelakuin persiapan baik, lo bakal terhindar, kok, dari berbagai penipuan dan kejahatan.

via GIPHY

Nah, kalau ada kesempatan jalan-jalan ke luar negeri, lo mau ke kota mana, guys?